Polisi Selidiki Kematian Ann Widdecombe, Mantan Anggota Parlemen Inggris

Polisi Selidiki Kematian Ann Widdecombe, Mantan Anggota Parlemen Inggris

M-Radar News,

Polisi Inggris menyelidiki kematian Ann Widdecombe, mantan anggota parlemen berusia 78 tahun, yang ditemukan tewas di rumahnya di Dartmoor, Devon, pada Kamis, 9 Juli 2026. Penyelidikan mengarah pada dugaan pembunuhan setelah korban ditemukan dengan luka serius di kepala.

Juru bicara keluarga Widdecombe sebelumnya mengumumkan kematiannya melalui pernyataan resmi. “Dengan sangat sedih hari ini kami mengumumkan kematian Rt Hon Ann Widdecombe, DSG. Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan teman-teman Ann. Kami meminta agar keinginan keluarga untuk tidak dihubungi pada saat yang menyedihkan ini dihormati,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Namun, belakangan terungkap bahwa penyebab kematian tidak wajar. Kepolisian Devon dan Cornwall mengonfirmasi bahwa penyelidikan pembunuhan telah diluncurkan. Dalam pernyataan resmi, polisi menyebutkan bahwa petugas dipanggil ke sebuah alamat di Haytor oleh layanan ambulans sekitar pukul 11.40 waktu setempat.

“Sayangnya, Nona Widdecombe (78) ditemukan meninggal dunia di dalam properti. Ia mengalami luka serius,” tulis polisi. “Kerabatnya telah diberitahu dan didukung oleh petugas yang terlatih khusus. Detektif dari Tim Investigasi Kejahatan Besar telah meluncurkan penyelidikan pembunuhan dan melakukan penyelidikan ekstensif mengenai keadaan sekitar kematian Nona Widdecombe.”

Menurut laporan, Widdecombe ditemukan berlumuran darah setelah mengalami luka parah di kepala. Peristiwa ini mengguncang publik Inggris, mengingat Widdecombe adalah tokoh politik yang cukup dikenal.

Ann Widdecombe memulai karier politiknya sebagai anggota Partai Konservatif dan menjabat sebagai anggota parlemen untuk Maidstone dan The Weald dari 1987 hingga 2010. Selama masa jabatannya, ia memegang beberapa posisi penting, termasuk Menteri Negara untuk Penjara dan Menteri Negara untuk Imigrasi. Ia dikenal karena pandangannya yang konservatif dan sering tampil di acara televisi sebagai komentator politik.

Setelah pensiun dari politik, Widdecombe tetap aktif di media dan menjadi kontestan di acara realitas seperti “Strictly Come Dancing”. Pada tahun 2019, ia bergabung dengan Partai Brexit dan terpilih sebagai anggota Parlemen Eropa. Kematiannya yang tragis mengejutkan banyak pihak.

Penyelidikan masih berlangsung, dan polisi meminta masyarakat yang memiliki informasi untuk segera melapor. Motif pembunuhan masih belum jelas, dan polisi terus mengumpulkan bukti dari tempat kejadian perkara.

Sementara itu, rekan-rekan politik dan tokoh masyarakat menyampaikan belasungkawa. Menteri Dalam Negeri Inggris, dalam pernyataan singkat, menyebut Widdecombe sebagai “pelayan publik yang berdedikasi”. Partai Brexit juga mengeluarkan pernyataan yang menyatakan “sangat terkejut dan sedih” atas kematiannya.

Polisi memastikan bahwa tidak ada ancaman lebih lanjut terhadap publik dan penyelidikan akan dijalankan secara profesional. Kasus ini menjadi sorotan media Inggris dan internasional.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup