107 Korban KM Virgo Transport 8 Dievakuasi, 6 Meninggal Dunia dan 1 Luka-luka

Menhub Dudy Purwagandhi bersama Kepala Basarnas Mohammad Syafi saat konferensi pers update perkembangan evakuasi korban penumpang KM Virgo Transport 8, Minggu (13/9/2026).

M-Radar News, Banjarmasin – Sebanyak 107 korban kapal motor (KM) Virgo Transport 8 telah dievakuasi setelah kapal tersebut mengalami kondisi darurat di perairan Laut Jawa, pada Minggu, 13 September 2026.

Dari total korban yang telah dievakuasi tersebut, enam orang dinyatakan meninggal dunia, satu orang mengalami luka-luka, sedangkan 100 lainnya berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafi mengatakan, proses evakuasi dilakukan oleh sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Menurut Syafi, kapal TB Mauhau 9 menjadi salah satu kapal yang terlebih dahulu melakukan evakuasi. Kapal tersebut membawa 16 korban, terdiri atas 14 orang selamat, satu orang mengalami cedera berat, dan satu orang meninggal dunia.

“Yang pertama, kapal TB Mauhau 9. Informasi sementara telah mengevakuasi 16 korban: 14 korban selamat, satu cedera berat, dan satu dalam kondisi meninggal dunia,” kata Syafi dikutib, Minggu (13/9/2026).

Selanjutnya, kapal TB TCP mengevakuasi enam korban. Dari jumlah tersebut, satu orang ditemukan dalam kondisi selamat, sementara lima lainnya meninggal dunia.

Sementara itu, kapal MV Haida berhasil mengevakuasi 69 korban dalam kondisi selamat. Adapun KM Cahaya Bahari membawa 22 korban yang seluruhnya juga dilaporkan selamat.

Dengan demikian, jumlah korban yang telah dievakuasi dari lokasi kejadian mencapai 107 orang.

Syafi mengatakan, sejumlah kapal yang telah mengevakuasi korban masih dalam perjalanan menuju pelabuhan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Beberapa kapal sedang dalam perjalanan menuju pelabuhan yang ada di Banjarmasin ini, dan diperkirakan kapal pertama adalah MV Haida membawa 69 orang, insyaallah mudah-mudahan dalam satu jam ke depan sudah bisa sandar,” ujarnya.

Meski sebagian korban telah berhasil dievakuasi, operasi pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan. Tim SAR bersama unsur terkait masih berupaya memastikan seluruh korban yang berada di kapal dapat ditemukan dan dievakuasi.

Syafi menegaskan, operasi SAR akan terus dilaksanakan hingga proses evakuasi terhadap seluruh korban yang dilaporkan terdampak musibah tersebut dapat dituntaskan.

“Sehingga kita semuanya berharap mudah-mudahan operasi yang kita laksanakan ini bisa segera untuk bisa mengevakuasi seluruh korban yang dilaporkan terlibat atau terkena dalam musibah tersebut,” tuturnya.

Kapal Hilang Kontak

Sebelumnya, KM Virgo Transport 8 dilaporkan mengalami hilang kontak saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Minggu (13/9/2026). Kapal tersebut dilaporkan membawa sebanyak 243 orang yang terdiri atas penumpang dan awak kapal.

Laporan mengenai kondisi darurat kapal diterima Kantor SAR Banjarmasin sekitar pukul 04.10 WITA. Sebelum kehilangan komunikasi, kapal diduga menghadapi kondisi cuaca buruk saat berlayar di perairan Laut Jawa.

Komunikasi dengan KM Virgo Transport 8 dilaporkan terputus sekitar pukul 02.00 WITA. Setelah menerima laporan tersebut, operasi pencarian dan pertolongan dilakukan dengan melibatkan sejumlah unsur serta kapal yang berada di sekitar lokasi.

Basarnas bersama unsur terkait juga terus melakukan koordinasi untuk mempercepat proses evakuasi, serta penanganan terhadap korban yang telah berhasil ditemukan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup