Sempat Dilaporkan Hilang, Nelayan Situbondo Ditemukan Meninggal di Perairan Jangkar
M-Radar News, Situbondo – Seorang nelayan asal Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, yang dilaporkan hilang saat melaut akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban bernama Sugianto (45) ditemukan mengambang di Perairan Jangkar.
Korban pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan bernama Pak Seto, yang hendak memancing sekitar dua mil dari bibir Pantai Jangkar.
Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada petugas dan ditindaklanjuti oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo bersama Satpolairud Polres Situbondo serta personel Kodim 0823 Situbondo.
“Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh nelayan bernama Pak Seto saat hendak memancing sekitar dua mil dari bibir Pantai Jangkar,” ujar Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, Senin (3/8/2026).
Setelah dievakuasi ke Pelabuhan Jangkar, jenazah korban menjalani pemeriksaan luar oleh tim medis. Hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh tim medis, tidak ditemukan luka yang mengarah pada tindakan penganiayaan. Korban dipastikan meninggal dunia akibat tenggelam saat melaut mencari ikan,” jelas Puriyono.
Usai proses identifikasi, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans untuk dimakamkan.
Sebelumnya, Sugianto diketahui berangkat melaut seorang diri, pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 04.45 WIB. Namun hingga siang hari ia tak kunjung kembali. Sekitar pukul 12.00 WIB, sejumlah nelayan menemukan perahu milik korban dalam kondisi terapung tanpa awak dan terombang-ambing di tengah laut.
Petugas menduga korban terjatuh ke laut setelah perahunya dihantam gelombang saat mencari ikan.
Menyikapi peristiwa tersebut, BPBD Situbondo mengimbau para nelayan agar tidak memaksakan diri melaut ketika kondisi cuaca sedang buruk atau gelombang tinggi.
“Diduga perahu korban dihantam gelombang hingga korban terjatuh ke laut. Kami mengimbau para nelayan untuk tidak melaut saat cuaca ekstrem demi keselamatan diri,” pungkas Puriyono.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












