Antusiasme Penonton Padati Gandrung Sewu, Pemkab Banyuwangi Sampaikan Permohonan Maaf Keterbatasan Kapasitas

M-Radar News, Banyuwangi – Pergelaran kolosal Gandrung Sewu 2026, yang digelar malam hari di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, kembali menyedot antusiasme tinggi masyarakat dari berbagai daerah.

Kendati sukses memukau puluhan ribu penonton, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang belum bisa masuk atau menikmati pertunjukan secara maksimal akibat keterbatasan kapasitas lokasi.

Baca juga:

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan luar biasa dari masyarakat, baik dari dalam maupun luar daerah, yang datang memadati kawasan pantai demi menyaksikan pertunjukan kebanggaan tersebut.

“Kami berterima kasih atas antusiasme masyarakat yang begitu tinggi terhadap Gandrung Sewu. Kami memahami banyak warga yang datang dengan penuh semangat, tetapi belum semuanya bisa masuk ke arena dan menikmati pertunjukan secara langsung,” ujar Ipuk, Minggu (25/10/2026) malam.

“Sekali lagi, kami memohon maaf atas kekecewaan yang dirasakan sebagian masyarakat,” imbuhnya.

Berdasarkan data dari pengelola Pantai Marina Boom, PT Menara Maritim Indonesia, sekitar 20.000 orang memadati kawasan Pantai Boom pada penyelenggaraan tahun ini.

Tahun ini, Pemkab Banyuwangi yang didukung penuh oleh InJourney menghadirkan konsep baru bertajuk Gandrung Sewu Glow in The Dark. Sebanyak 1.300 penari Gandrung tampil pada malam hari dengan balutan aksesori fosfor yang memancarkan cahaya di dalam gelap.

“Sebelumnya acara kami gelar pada sore hari. Tahun ini kami pindah ke malam hari dengan kerlap-kerlip fosfor. Konsep baru ini rupanya menjadi daya tarik tersendiri bagi puluhan ribu masyarakat untuk hadir ke Banyuwangi,” jelas Ipuk.

Meski digelar secara gratis dan panitia telah menyiapkan 7.300 kursi termasuk 1.300 kursi khusus bagi orang tua atau wali penampil lonjakan pengunjung di luar perkiraan membuat area venue tidak mampu menampung seluruh warga.

Baca juga:

Sebagai langkah antisipasi awal, panitia sebenarnya telah menyediakan layar LED di dua titik lokasi agar penonton di luar arena utama tetap bisa menyaksikan jalannya pertunjukan.

“Namun, kami menyadari jumlah masyarakat yang hadir belum sepenuhnya dapat terakomodasi oleh kapasitas kawasan Pantai Boom. Masih ada warga yang tidak bisa masuk ke area atau menonton secara langsung sesuai harapan,” tambah Ipuk.

Pemkab Banyuwangi memandang Gandrung Sewu bukan sekadar tontonan seni, melainkan simbol kebanggaan bersama serta ruang pelestarian budaya yang dinantikan warga setiap tahunnya. Oleh karena itu, kritik dan kekecewaan masyarakat akan dijadikan bahan evaluasi mendalam.

“Antusiasme tinggi ini menjadi bahan evaluasi penting bagi penyelenggaraan Gandrung Sewu berikutnya. Kami akan menjadikan pengalaman dan masukan masyarakat sebagai perhatian utama guna meningkatkan kenyamanan penonton di masa mendatang, dengan tetap memperhatikan kapasitas lokasi dan faktor keselamatan,” pungkasnya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Baca juga:
Tutup