Demam The Odyssey, Penggemar Rela Rogoh Rp 21,5 Juta Demi Layar Imax 70 Mm
M-Radar News, Demam film The Odyssey karya Christopher Nolan membuat penggemar rela mengeluarkan biaya besar demi menonton dalam format Imax 70 milimeter. Salah satunya pasangan suami istri dari Tampa, Florida, yang menghabiskan sekitar USD 1.200 atau Rp 21,5 juta untuk terbang ke New York.
Bismah Zabih dan suaminya memilih menonton di bioskop Imax Lincoln Square di New York karena ukuran layarnya jauh lebih besar dibandingkan Imax di Miami. “Layarnya benar-benar menjulang. Tidak ada awal dan akhir, layarnya mengelilingi Anda. Jadi Anda benar-benar tenggelam dalam cerita dan filmnya,” kata Zabih kepada Bloomberg, Minggu (26/7).
Fenomena serupa dialami Sergio Estrada, seorang guru berusia 34 tahun dari El Paso, Texas. Ia menghabiskan sekitar USD 500 atau Rp 8,9 juta untuk menonton The Odyssey di bioskop Imax 70 mm di Tempe, Arizona. Estrada membeli empat tiket setahun sebelum film dirilis seharga USD 80 atau Rp 1,43 juta. Namun biaya bensin dan penginapan Airbnb membuat total pengeluarannya membengkak karena bioskop terdekat dengan format tersebut berada di negara bagian lain.
Meski demikian, Estrada menilai pengalaman itu sepadan. “Saya membandingkannya dengan pertama kali melihat patung Michelangelo secara langsung. Anda bisa melihat lipatan kulitnya, tonjolan di tangannya, dan besarnya ukuran patung itu, yang membuat saya terpaku dan semakin menghargai karya seni serta keahlian pembuatnya,” ujarnya.
Dari lebih dari 1.500 layar Imax di seluruh dunia, hanya 41 bioskop yang mampu memutar The Odyssey dalam format Imax 70 mm. Format ini menawarkan resolusi tertinggi dan pengalaman sinematik paling imersif. Kelangkaan layar itu membuat para penggemar berburu tiket jauh hari, membeli tiket di pasar penjualan kembali, hingga bepergian lintas negara.
Kaylin Bergeson, misalnya, terbang dari Orlando ke New York untuk menghadiri pemutaran pukul 07.00 pagi di Lincoln Square pada hari pertama penayangan. Ia langsung menuju bandara usai menyelesaikan shift malam karena tidak bisa mengambil cuti dan bahkan tidak tidur selama lebih dari 24 jam. Perjalanan tersebut diperkirakan menghabiskan sekitar USD 300 atau Rp 5,37 juta jika tidak menggunakan poin perjalanan.
“Film ini memang dibuat untuk format ini. Rasanya seperti melihat lukisan Mona Lisa secara langsung dibanding hanya melihat cetak ulangnya,” kata Bergeson. Meski melelahkan, ia mengaku tidak menyesal. “Semua orang menganggap saya gila. Namun film ini merupakan yang terbaik yang saya tonton tahun ini,” katanya. Ia berencana menonton lagi karena film tersebut dinilainya sangat spektakuler secara visual dan benar-benar layak ditonton dalam format Imax.
Produksi The Odyssey berlangsung dengan biaya besar. Film tersebut dilaporkan memiliki anggaran sekitar USD 250 juta atau Rp 4,48 triliun. Nolan menggunakan kamera Imax baru yang lebih senyap untuk seluruh proses syuting. Ia mengungkapkan produksi film itu menghabiskan sekitar 2,1 juta kaki film Imax. Berdasarkan perhitungan Variety, biaya bahan baku film mentah saja diperkirakan melampaui USD 3 juta atau Rp 53,7 miliar.
Antusiasme terhadap The Odyssey menyamai fenomena konser musik atau pertandingan olahraga besar. Pengalaman menontonnya dianggap eksklusif karena dipengaruhi ketersediaan kursi, ukuran layar, hingga jadwal penayangan. Nolan sebelumnya telah membuktikan daya tarik format tersebut lewat Oppenheimer yang memicu fenomena Barbenheimer. Namun melalui The Odyssey, format Imax menjadi bagian penting dari strategi pemasaran sekaligus pengalaman menonton.
Gelombang pertama tiket Imax 70 mm bahkan ludes terjual satu tahun sebelum film dirilis. Pada akhir pekan pembukaannya, The Odyssey mencatat pendapatan tiket sebesar USD 124,5 juta atau Rp 2,23 triliun di Amerika Serikat dan Kanada. Hampir seperempat pendapatan tersebut berasal dari penayangan di Imax. Juru bicara Imax menyebut permintaan penonton jauh melampaui perkiraan. Di sejumlah lokasi, tiket habis terjual hingga lima pekan ke depan. Bioskop Lincoln Square di New York bahkan menambah jadwal pemutaran pada pukul 02.00 dan 06.00 pagi untuk mengakomodasi tingginya permintaan.
Sementara itu, mendapatkan tiket bagi yang terlambat membeli bukan perkara mudah. Di Reddit, ratusan pengguna mengunggah permintaan tiket di forum r/NYCmovies, tetapi persaingan sangat ketat. Joshua Joseph, pria berusia 27 tahun asal New Jersey, sempat menghubungi beberapa pengguna Reddit untuk mencari tiket. Salah satu penjual sempat merespons, tetapi kemudian menghilang tanpa kabar. Christopher Louie yang menjual satu tiket di Reddit mengaku menerima lima pesan hanya dalam waktu 15 menit. Ia akhirnya melepas tiket tersebut seharga USD 60 atau Rp 1 juta, dua kali lipat dari harga belinya, meski yakin masih bisa menjualnya lebih mahal.
Di Inggris, Husnain Ramzan memilih terbang dari London ke Manchester dengan biaya sekitar 300 pound sterling atau Rp 7,1 juta demi menghindari persaingan memperebutkan tiket di ibu kota yang hanya memiliki tiga layar Imax 70 mm. “Itu benar-benar sepadan,” kata Ramzan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.








