Masyarakat Tempursari Lumajang Lestarikan Budaya Tradisional
M-Radar News, Ratusan warga memadati halaman kediaman Bapak Ridwan di Desa Tempursari, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, pada Sabtu (4/7/2026) malam untuk menyaksikan pertunjukan Gebyak Seni Bantengan atau Mberot. Acara ini digelar sebagai upaya melestarikan budaya tradisional yang masih diminati masyarakat Lumajang selatan.
Untuk mengantisipasi kerawanan selama acara berlangsung, Polsek Tempursari menerjunkan personel guna melakukan pengamanan terbuka dan tertutup di lokasi. Selain berjaga, petugas juga melaksanakan patroli dialogis dan menyampaikan imbauan kamtibmas secara langsung kepada penonton.
Kapolsek Tempursari Iptu Sukirno mengatakan, kehadiran polisi merupakan bentuk pelayanan agar hiburan rakyat dapat berjalan aman dan kondusif. “Kami menerjunkan personel untuk pengamanan sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan selama pertunjukan. Dengan kerja sama semua pihak, kegiatan bisa berjalan lancar tanpa gangguan kamtibmas,” ujar Iptu Sukirno di lokasi, Minggu (5/7/2026).
Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi, menghindari tindakan yang berpotensi memicu keributan, serta mematuhi arahan petugas di lapangan. Menurut Kapolsek, pengamanan kegiatan kesenian tradisional seperti Bantengan penting dilakukan sebagai upaya preventif. Tujuannya untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menikmati hiburan.
Pantauan di lapangan menunjukkan acara berlangsung tertib. Tidak ada insiden menonjol selama pertunjukan berlangsung. Sinergi antara panitia, masyarakat, dan aparat keamanan dinilai menjadi kunci terciptanya situasi yang kondusif.
Pertunjukan Gebyak Seni Bantengan sendiri merupakan salah satu kesenian tradisional yang masih diminati warga Lumajang selatan. Kegiatan seperti ini rutin digelar sebagai sarana hiburan sekaligus pelestarian budaya lokal.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











