Menilik Laboratorium Kultur Jaringan Sememi, Ruang Konservasi Anggrek di Surabaya

Menilik Laboratorium Kultur Jaringan Sememi, Ruang Konservasi Anggrek di Surabaya

M-Radar News, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup memanfaatkan Laboratorium Kultur Jaringan di kawasan Sememi sebagai pusat konservasi dan pembibitan anggrek. Laboratorium yang berdiri di bekas lokalisasi ini menjadi bagian dari penyusunan Dokumen Profil Keanekaragaman Hayati (KEHATI) Kota Surabaya.

Melalui akun Instagram dlh.surabaya, Dinas Lingkungan Hidup menjelaskan bahwa laboratorium ini menggunakan teknologi kultur jaringan untuk memperbanyak tanaman anggrek secara cepat dan berkualitas tinggi. Teknologi ini memungkinkan perbanyakan dari bagian tanaman yang sangat kecil dalam kondisi steril.

Secara umum, laboratorium mengemban tiga misi utama. Pertama, mencegah kepunahan dengan menjaga keberadaan jenis tanaman anggrek langka. Kedua, menjaga plasma nutfah atau sumber daya genetik tanaman. Ketiga, meningkatkan kualitas lingkungan melalui aspek estetika dan keseimbangan ekosistem perkotaan.

Proses kultur jaringan di laboratorium ini terdiri dari empat tahap. Tahap pertama adalah eksplan, yaitu pemilihan bagian kecil tanaman secara selektif sebagai sampel awal. Tahap kedua adalah sterilisasi, yaitu pembersihan sampel agar bebas dari kontaminasi mikroorganisme. Tahap ketiga adalah multiplikasi, yaitu penumbuhan eksplan di dalam botol steril hingga berkembang menjadi banyak tunas baru. Tahap keempat adalah aklimatisasi, yaitu proses adaptasi bibit yang siap dipindahkan ke media tanam luar.

Tim KEHATI secara berkala melakukan kunjungan langsung untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan potensi sumber daya hayati di Surabaya. Warga Surabaya juga diajak berkontribusi dengan melaporkan informasi mengenai flora, fauna, atau ekosistem unik di lingkungan mereka kepada Tim KEHATI. Setiap laporan dari masyarakat akan membantu pemetaan dan penyelamatan kekayaan hayati kota.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup