Ngaji Bersama Gus Baha Satukan Santri dan Polri Se-Indonesia, Ribuan Peserta Gaungkan Semangat Kebangsaan

Ngaji Kebangsaan bersama K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Pondok Pesantren (Ponped) Tahfidzul Qur’an LP3IA, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026). Foto: dok/hum

M-Radar News, Rembang – Sebanyak 700 santri dan personel Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengikuti Ngaji Kebangsaan bersama K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Pondok Pesantren (Ponped) Tahfidzul Qur’an LP3IA, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan tersebut juga diikuti secara virtual oleh 41.449 peserta dari berbagai wilayah Indonesia. Dengan demikian, total peserta yang terlibat dalam kegiatan Ngaji Kebangsaan ini mencapai lebih dari 42 ribu orang.

Peserta yang hadir langsung terdiri atas 100 polisi wanita (Polwan), 300 polisi laki-laki (Polki), dan 300 santri. Sementara peserta yang mengikuti secara virtual berasal dari jajaran kepolisian di berbagai daerah.

Ngaji Kebangsaan bersama Gus Baha menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, semangat kebangsaan, serta kebersamaan antara ulama dan umara dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gus Baha serta jajaran pengurus Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA yang telah memberikan kesempatan kepada keluarga besar Polri untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Menurut Kapolri, ulama dan umara memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bangsa, baik dalam merebut maupun mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Semangat kebersamaan itu, kata dia, perlu terus dilanjutkan melalui tanggung jawab bersama dalam menjaga persatuan dan membangun bangsa.

Kapolri mengibaratkan ulama sebagai lentera sekaligus kompas bagi bangsa. Ulama dinilai memiliki peran penting dalam memberikan arah, nasihat, dan doa kepada masyarakat serta pemerintah.

Sementara itu, Polri memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat agar berbagai proses pembangunan dapat berjalan dengan baik.

Di tengah berbagai tantangan global, Kapolri juga mengajak seluruh peserta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan bangsa. Perbedaan, menurutnya, perlu dikelola dengan baik agar tidak berkembang menjadi konflik yang dapat merugikan masyarakat maupun negara.

Kapolri turut meminta doa dan bimbingan dari para ulama bagi seluruh personel Polri yang menjalankan tugas. Hal itu terutama berkaitan dengan risiko yang dihadapi anggota kepolisian dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ngaji Kebangsaan tersebut tidak hanya menjadi forum pertemuan antara santri dan personel Polri di Rembang. Kegiatan yang terhubung secara virtual dengan puluhan ribu peserta dari berbagai wilayah Indonesia itu menjadi bagian dari upaya memperkuat semangat persatuan dan kebersamaan.

Dari Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA Rembang, pesan kebangsaan tersebut tersambung ke berbagai penjuru Indonesia. Ulama dan Polri diharapkan dapat terus bersinergi dalam menjaga keamanan, merawat keberagaman, serta memperkuat persatuan demi Indonesia yang aman dan maju.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup