Bukan Teknologi Baru, Ini Sejarah Panjang Kendaraan Listrik dari 1830-an hingga Era Modern
M-Radar News – Kendaraan listrik bukanlah teknologi yang baru muncul dalam beberapa tahun terakhir. Perkembangannya telah berlangsung hampir dua abad, dimulai sejak 1830-an dan terus mengalami berbagai fase hingga menjadi salah satu teknologi transportasi yang berkembang pesat saat ini.
Sejarah kendaraan listrik bermula di Skotlandia pada 1830-an. Robert Anderson diketahui mengembangkan kendaraan sederhana berbentuk kereta roda tiga yang digerakkan menggunakan tenaga listrik. Meski masih sangat terbatas, inovasi tersebut menjadi salah satu tonggak awal perkembangan kendaraan listrik.
Perkembangan teknologi kemudian semakin pesat setelah Gaston Planté menemukan baterai timbal-asam yang dapat diisi ulang pada 1859. Kehadiran baterai isi ulang menjadi bagian penting dalam pengembangan kendaraan listrik karena memungkinkan energi listrik disimpan dan digunakan kembali.
Di Inggris, Thomas Parker kemudian mengembangkan mobil listrik yang lebih praktis pada akhir abad ke-19. Memasuki awal abad ke-20, kendaraan listrik sempat populer di Amerika Serikat dan Eropa.
Pada masa tersebut, mobil listrik memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran internal. Kendaraan listrik lebih senyap, tidak menghasilkan asap dari knalpot, pengoperasiannya relatif mudah, serta menawarkan pengalaman berkendara yang lebih halus.
Popularitas Menurun
Popularitas kendaraan listrik mulai menurun pada dekade 1910-an hingga 1920-an. Salah satu faktor utamanya adalah berkembangnya produksi massal mobil bermesin bensin dengan harga yang semakin terjangkau.
Ford Model T menjadi salah satu kendaraan yang mendorong perubahan tersebut. Produksi massal membuat mobil berbahan bakar bensin lebih mudah diperoleh masyarakat.
Selain itu, ketersediaan bahan bakar minyak yang semakin luas serta ditemukannya starter elektrik turut mengurangi sejumlah keunggulan praktis mobil listrik. Pengemudi tidak lagi harus menggunakan engkol tangan untuk menyalakan mesin, sehingga mobil bermesin pembakaran internal semakin diminati.
Kembali Dilirik Saat Krisis Minyak
Kendaraan listrik kembali mendapatkan perhatian pada 1970-an ketika dunia menghadapi krisis minyak. Lonjakan harga dan kekhawatiran terhadap ketergantungan pada bahan bakar fosil mendorong produsen otomotif serta lembaga penelitian kembali mengembangkan kendaraan alternatif.
Perkembangan teknologi kendaraan listrik juga mendapat dorongan dari program antariksa. NASA menggunakan kendaraan penjelajah bertenaga listrik dalam misi Apollo 15 pada 1971. Keberhasilan teknologi tersebut menunjukkan bahwa sistem penggerak listrik dapat digunakan dalam kondisi ekstrem dan menjadi salah satu pemicu pengembangan teknologi kendaraan listrik lebih lanjut.
Revolusi di Abad ke-21
Memasuki abad ke-21, perkembangan kendaraan listrik semakin pesat seiring kemajuan teknologi baterai, khususnya baterai lithium-ion.
Berbagai produsen otomotif mulai menghadirkan kendaraan listrik untuk pasar massal. Teknologi tersebut tidak hanya digunakan pada kendaraan perkotaan, tetapi juga dikembangkan untuk mobil berperforma tinggi.
Kemajuan teknologi baterai membuat kendaraan listrik memiliki jarak tempuh yang semakin jauh. Di sisi lain, teknologi pengisian cepat, sistem keselamatan, hingga fitur bantuan pengemudi terus dikembangkan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna.
Tiga Jenis Utama Kendaraan Listrik
Secara umum, kendaraan berlistrik dapat dibedakan menjadi beberapa kategori.
Battery Electric Vehicle (BEV) merupakan kendaraan yang sepenuhnya menggunakan energi listrik dan tidak memiliki mesin pembakaran internal.
Hybrid Electric Vehicle (HEV) menggabungkan mesin pembakaran internal dengan motor listrik. Sistem tersebut memungkinkan kendaraan menggunakan kedua sumber tenaga sesuai kondisi berkendara.
Sementara Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) juga mengombinasikan mesin pembakaran internal dan motor listrik, tetapi baterainya dapat diisi ulang menggunakan sumber listrik eksternal.
Tantangan dan Masa Depan
Perkembangan kendaraan listrik ke depan masih bergantung pada inovasi teknologi baterai. Salah satu teknologi yang tengah dikembangkan adalah baterai solid-state yang berpotensi menawarkan kepadatan energi lebih tinggi, waktu pengisian lebih cepat, serta umur pakai yang lebih panjang dibandingkan teknologi baterai tertentu yang digunakan saat ini.
Peralihan menuju kendaraan listrik juga didorong oleh meningkatnya perhatian terhadap emisi karbon dan upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Dukungan pemerintah melalui berbagai kebijakan dan insentif, ditambah pembangunan infrastruktur pengisian kendaraan listrik, menjadi faktor penting dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik.
Dengan perkembangan teknologi yang terus berlangsung, kendaraan listrik kini tidak lagi sekadar alternatif kendaraan bermotor. Teknologi tersebut telah menjadi salah satu bagian penting dalam transformasi industri otomotif dan diproyeksikan memainkan peran besar dalam sistem mobilitas yang lebih efisien dan rendah emisi di masa depan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












