Mendag Lepas Ekspor Koral Banyuwangi ke AS, Dorong Perluasan Pasar Global

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso melepas ekspor koral hidup hasil budi daya PT Sri Kandi Aquarium, salah satu eksportir sekaligus pembudi daya koral hias, di Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), Jumat (28/8/2026). Foto: dok/ist.

M-Radar News, Banyuwangi – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menilai, bisnis budi daya koral hidup memiliki daya tarik dan peluang ekspor yang besar. Potensi kelautan dan perikanan Indonesia, dinilai dapat terus dikembangkan untuk mendorong ekspor komoditas bernilai tambah dan berdaya saing di pasar global.

Budi juga mengajak pelaku usaha budi daya koral dan ikan hias memanfaatkan berbagai program pengembangan ekspor yang disediakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk memperkuat penetrasi produk Indonesia di pasar internasional.

Hal tersebut disampaikan Budi usai melepas ekspor koral hidup hasil budi daya PT Sri Kandi Aquarium, salah satu eksportir sekaligus pembudi daya koral hias, di Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), Jumat (28/8/2026).

Ekspor koral hidup senilai 2.500 dolar AS atau sekitar Rp41 juta tersebut ditujukan ke Amerika Serikat (AS).

“Produk koral budi daya memiliki potensi pasar yang baik, termasuk di pasar global. Kementerian Perdagangan dapat memberikan pendampingan khusus untuk produk kelautan seperti koral agar nilai jualnya lebih bagus dan produknya lebih menarik. Pendampingan ini adalah bagian dari upaya kami meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional,” ujar Budi.

PT Sri Kandi Aquarium mencatatkan kinerja ekspor senilai 450 ribu dolar AS atau setara sekitar Rp7,8 miliar sepanjang 2025. Tujuan ekspor utamanya adalah AS, serta sejumlah negara di kawasan Uni Eropa dan Asia.

Perusahaan tersebut rutin melakukan ekspor sekitar 6-15 kali dalam sebulan sesuai permintaan pasar. Budi mengapresiasi PT Sri Kandi Aquarium yang terus mengembangkan budi daya koral hias sekaligus memperluas pasar ekspornya.

PT Sri Kandi Aquarium juga tergabung dalam Kelompok Pembudi daya Karang Hias Nusantara (KPKHN). Budi daya koral dilakukan secara in situ di perairan Selat Bali yang memiliki karakteristik arus kuat, kedalaman, dan topografi terumbu yang mendukung pertumbuhan koral hias.

Hingga saat ini, PT Sri Kandi Aquarium telah mengembangkan 27 jenis koral, di antaranya Acropora, Euphyllia, Alveopora, dan Montipora. Berbagai jenis koral tersebut telah dipasarkan ke sejumlah negara melalui kegiatan ekspor.

Menurut Budi, pengembangan koral hasil budi daya dapat berjalan beriringan dengan penguatan komoditas ikan hias Indonesia. Kedua komoditas tersebut memiliki pasar yang saling berkaitan, terutama dalam memenuhi kebutuhan penghobi akuarium di pasar global.

Karena itu, peningkatan daya saing produk tidak hanya dilakukan melalui pembukaan akses pasar, tetapi juga dengan melakukan diversifikasi pasar ekspor.

“Kemendag terus mendorong dan memberikan pendampingan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar produk-produk lokal kita dapat meningkatkan pasar ekspornya. Upaya ini termasuk melalui promosi dan pencarian buyer di berbagai negara,” ujar Budi.

Budi menjelaskan, Kemendag memiliki 46 perwakilan perdagangan (perwadag) di 33 negara yang terdiri atas Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC).

Para perwadag tersebut bertugas mempromosikan produk Indonesia sekaligus mencari calon pembeli potensial di negara tujuan ekspor.

Pelaku usaha juga dapat memanfaatkan fasilitas penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang disediakan Kemendag untuk bertemu dengan calon pembeli dari luar negeri.

Melalui program tersebut, pelaku usaha tidak harus datang langsung ke negara tujuan karena proses penjajakan kerja sama dapat dilakukan secara daring.

“UMKM cukup presentasi secara daring ke calon buyer melalui fasilitasi kami,” ujar Budi.

Sementara itu, pemilik PT Sri Kandi Aquarium, I Ketut Sukandi, mengatakan proses ekspor yang selama ini dilakukan perusahaannya telah berjalan dengan baik.

Ia berharap, integrasi sistem perizinan antarkementerian dapat terus diperkuat dan dilengkapi dengan otomatisasi sehingga proses administrasi ekspor menjadi lebih cepat dan efisien.

“Secara umum, proses ekspor sudah berjalan dengan baik. Kami berharap perizinan antarkementerian dapat semakin terintegrasi secara otomatis. Dengan begitu, kami tidak perlu lagi mengajukan dokumen secara manual sehingga ekspor dapat lebih cepat dan efisien,” ujar Ketut.

Turut hadir dalam pelepasan ekspor tersebut Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi Mujiono dan jajaran direksi PT Sri Kandi Aquarium.

Mendag Budi juga didampingi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendag Isy Karim serta Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi.

Indonesia Peringkat Dua Eksportir Koral Dunia

Indonesia memiliki posisi kuat sebagai salah satu eksportir koral dunia. Pada periode Januari–Juni 2026, nilai ekspor koral Indonesia mencapai 8,8 juta dolar AS, meningkat 2,42 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebesar 8,5 juta dolar AS.

Kinerja tersebut menunjukkan komoditas koral Indonesia masih memiliki peluang untuk terus dikembangkan di pasar internasional.

Pada 2025, Indonesia menempati posisi kedua sebagai eksportir koral dunia dengan pangsa pasar 12,68 persen, berada di bawah Jepang yang menguasai pangsa 20,92 persen.

Nilai ekspor produk koral Indonesia pada 2025 mencapai 18,12 juta dolar AS dengan total volume ekspor sebesar 9,55 ton.

Sejumlah negara menjadi tujuan utama ekspor koral Indonesia pada 2025. Tiongkok menjadi pasar terbesar dengan nilai 4,63 juta dolar AS atau 25,57 persen dari total ekspor koral Indonesia ke dunia.

Disusul Amerika Serikat sebesar 4,59 juta dolar AS atau 25,37 persen, Vietnam 1,78 juta dolar AS atau 9,82 persen, Jerman 863 ribu dolar AS atau 4,76 persen, serta Inggris sebesar 846 ribu dolar AS atau 4,67 persen.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup