Melalui Jaminsegar, Warga Bondowoso Antusias Periksa Kesehatan Gratis
M-RadarNews, Jatim – Antusiasme warga Bondowoso terhadap layanan kesehatan gratis melalui program Jaminsegar (Jaminan Kesehatan Gratis) sangat tinggi. Fraksi PKB DPRD Bondowoso, memfasilitasi pemeriksaan dan pengobatan gratis di Aula Gus Dur, Kecamatan Maesan, Jumat, 3 Juli 2026.
Peserta tidak hanya dari Maesan, tetapi juga dari Pakem, Botolinggo, Cermee, Grujugan, hingga Kota Bondowoso. Program ini merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan, Muslimat NU, dan Nafiatul Umah untuk memperluas akses kesehatan.
Latar Belakang Program Jaminsegar
Jaminsegar adalah inisiatif Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk memberikan jaminan kesehatan gratis bagi warga yang belum tercover BPJS atau membutuhkan akses tambahan. Fraksi PKB sebagai mitra pemerintah daerah mendukung penuh program ini dengan menggelar kegiatan di setiap kecamatan secara bergilir. Ketua Fraksi PKB Bondowoso, H. Tohari, menjelaskan bahwa tujuan utama adalah menjangkau masyarakat yang tidak sadar akan kondisi kesehatannya.
Layanan Kesehatan yang Tersedia
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan kesehatan secara gratis, meliputi:
- Pemeriksaan laboratorium darah, kolesterol, dan asam urat
- Pemeriksaan mata, gigi, jantung, dan paru-paru
- Konsultasi dokter umum dan spesialis
- Pengobatan ringan dan rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan
Petugas kesehatan dari Puskesmas Maesan dan Dinas Kesehatan langsung melakukan pengecekan dan memberikan pengobatan. Jika diperlukan, pasien akan dirujuk ke rumah sakit di Bondowoso atau bahkan luar daerah.
Antusiasme Warga Melonjak
Pendaftaran secara daring mencapai 105 orang, namun peserta yang datang langsung ke lokasi diperkirakan mencapai 300 orang. H. Tohari menyebutkan, “Yang online 100 orang lebih, yang offline lebih banyak, bisa 300 persen dari yang online.” Lonjakan ini menunjukkan kebutuhan besar masyarakat akan layanan kesehatan gratis dan mudah diakses.
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Pendaftar Online | 105 orang |
| Peserta Offline (estimasi) | 300 orang |
| Total Peserta (estimasi) | 405 orang |
Proses Pelayanan Berkelanjutan
H. Tohari menegaskan, bahwa pelayanan tidak berhenti pada pemeriksaan awal. Pasien akan terus didampingi hingga memperoleh penanganan medis yang sesuai. “Kalau sakitnya bisa diobati hari ini maka dilakukan pengobatan saat ini saja. Kalau harus lanjutan maka harus dirujuk, apakah harus rawat jalan atau inap,” ujarnya.
Fraksi PKB akan mengawal proses rujukan mulai dari Puskesmas hingga rumah sakit, bahkan jika diperlukan rujukan ke luar daerah. “Ini akan kita kawal terus. Jika tidak bisa ditangani di RS Bondowoso, maka boleh dirujuk ke mana pun akan dikawal dan akan tetap gratis,” tegasnya.
Program Jaminsegar memberikan dampak positif langsung bagi warga Bondowoso. Banyak masyarakat yang sebelumnya tidak sadar memiliki penyakit kronis seperti hipertensi atau gangguan jantung, kini terdeteksi dan mendapatkan penanganan awal. Hal ini mencegah kondisi yang lebih parah dan mengurangi beban biaya kesehatan di kemudian hari. Selain itu, kolaborasi antara Fraksi PKB, Dinas Kesehatan, dan organisasi masyarakat seperti Muslimat NU memperkuat sinergi dalam pelayanan publik.
H. Tohari berharap kolaborasi ini dapat diperluas ke seluruh kecamatan di Bondowoso. “Banyak masyarakat yang sakit tapi tidak sadar kalau sakit. Banyak yang kaget ada yang darah tinggi, harus ke poli saraf, harus poli jantung, dan semacamnya,” tuturnya. Dengan adanya program ini, kesadaran kesehatan masyarakat diharapkan meningkat.
Kronologi Kegiatan
- Pendaftaran daring dibuka beberapa hari sebelum acara, mencatat 105 peserta.
- Hari Jumat, 3 Juli 2026, pukul 08.00 WIB, kegiatan dimulai di Aula Gus Dur, Kecamatan Maesan.
- Warga datang dari berbagai kecamatan, jumlah peserta offline melonjak hingga sekitar 300 orang.
- Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan laboratorium, fisik, dan konsultasi.
- Pasien yang memerlukan penanganan lanjutan dirujuk ke Puskesmas atau rumah sakit dengan pendampingan Fraksi PKB.
- Kegiatan berakhir pukul 16.00 WIB, namun pelayanan rujukan terus berjalan.
Keberhasilan acara ini menjadi pilot project bagi Fraksi PKB untuk menggelar kegiatan serupa secara rutin. H. Tohari menyatakan, “Saya sampaikan ke masyarakat, kalau hari ini diperiksa dan diobati, jika belum sembuh, maka bisa datang ke Puskesmas, dan bisa datang ke rumah saya dari pukul 06.00 sampai 08.00 untuk konsultasi.” Komitmen ini menunjukkan bahwa program Jaminsegar bukan sekadar seremonial, melainkan upaya berkelanjutan untuk menyehatkan masyarakat Bondowoso.
Dengan antusiasme yang luar biasa dan dukungan lintas sektor, Jaminsegar di Bondowoso menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi pemerintah, legislatif, dan masyarakat dapat menghadirkan akses kesehatan yang merata. Warga pun berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan, tidak hanya di Maesan, tetapi di seluruh penjuru Bondowoso.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











