BYD Resmikan Pabrik di Subang, Siap Produksi 150 Ribu Mobil Listrik per Tahun dan Hentikan Impor CBU

BYD Resmikan Pabrik di Subang, Siap Produksi 150 Ribu Mobil Listrik per Tahun dan Hentikan Impor CBU

M-Radar News, Subang – PT BYD Motor Indonesia resmi mengoperasikan pabrik manufaktur kendaraan energi baru (NEV) pertamanya di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat. Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit mobil listrik per tahun dan menjadi tonggak penting dalam memperkuat industri kendaraan listrik di Indonesia.

Peresmian pabrik BYD di Subang dilakukan pada 3 September 2026 oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama sejumlah pejabat tinggi, termasuk Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan. Fasilitas yang dibangun di atas lahan seluas sekitar 126 hektare ini selesai dalam waktu kurang lebih 20 bulan dan dirancang dengan tingkat otomatisasi tinggi serta sistem produksi cerdas terintegrasi.

General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, menyatakan bahwa pabrik ini melibatkan sekitar 5.000 pekerja lokal dari berbagai daerah di Indonesia, dengan proyeksi jumlah tenaga kerja meningkat hingga 20.000 orang saat pabrik beroperasi penuh. Pabrik ini tidak hanya memproduksi mobil listrik murni, tetapi juga kendaraan hybrid dengan proses manufaktur utama meliputi pengepresan, pengelasan, pengecatan, dan perakitan.

Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menjelaskan bahwa selama dua tahun program insentif 2024-2025, BYD diberikan kuota impor CBU sebanyak 100.000 unit sebagai bagian dari strategi pemasaran awal. Hingga kini, BYD telah mengimpor sekitar 92.000 unit dan berkomitmen menyelesaikan ‘utang’ produksi yang wajib dipenuhi dengan memproduksi jumlah unit yang sama di dalam negeri. Seiring dengan operasional pabrik, BYD telah menghentikan sepenuhnya impor CBU dan beralih 100 persen ke produksi lokal.

Insentif bea masuk 0 persen yang diberikan pemerintah kepada produsen mobil listrik yang melakukan impor CBU disertai syarat produksi lokal 1:1 dengan kuota impor yang diberikan, menjadi katalis utama percepatan pembangunan pabrik BYD. Kapasitas pabrik yang besar dan komitmen produksi lokal ini diharapkan mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional dari hulu hingga hilir, termasuk manufaktur baterai dan daur ulang.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai kehadiran pabrik BYD di Subang merupakan bagian penting dari upaya pemerintah membangun industri kendaraan listrik nasional yang berkelanjutan. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang berhalangan hadir karena tugas negara, menyampaikan pesan optimisme bahwa transformasi pasar menuju kendaraan listrik harus dipercepat dan yakin BYD akan sukses di Indonesia.

Penjualan mobil listrik di Indonesia menunjukkan tren positif dengan distribusi mencapai 83.758 unit sepanjang tahun 2026, naik 88,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Insentif pemerintah berupa pembebasan ganjil-genap, diskon pajak kendaraan, dan insentif PPN semakin mendorong konsumen beralih ke kendaraan ramah lingkungan.

Dengan kapasitas produksi hingga 150 ribu unit per tahun, pabrik BYD di Subang akan menjadi basis produksi mobil energi baru terbesar di Indonesia saat ini dan menjadi bagian dari strategi jangka panjang BYD untuk tumbuh bersama Indonesia sebagai pasar dan mitra strategis dalam pengembangan teknologi kendaraan energi baru.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup