USS Abraham Lincoln Bersandar di Laem Chabang Usai 286 Hari di Laut dengan Kondisi Mengenaskan

USS Abraham Lincoln Bersandar di Laem Chabang Usai 286 Hari di Laut dengan Kondisi Mengenaskan

M-Radar News, ChonburiKapal induk bertenaga nuklir USS Abraham Lincoln milik Angkatan Laut Amerika Serikat akhirnya bersandar di Pelabuhan Laem Chabang, Provinsi Chonburi, Thailand, setelah menghabiskan 286 hari di laut, termasuk menjalani operasi intensif di kawasan Timur Tengah.

Kapal induk kelas Nimitz ini membawa sekitar 5.000 personel yang terdiri dari pelaut dan Marinir AS. Persinggahan di Laem Chabang dijadwalkan berlangsung selama sekitar lima hari untuk memberikan waktu istirahat dan pemulihan bagi awak kapal setelah penugasan panjang yang jauh melampaui durasi normal enam hingga sembilan bulan.

Kedatangan USS Abraham Lincoln bukan hanya menjadi sorotan karena durasi penugasannya, tetapi juga kondisi fisik kapal yang terlihat mengenaskan. Kapal sepanjang hampir 335 meter itu dipenuhi karat dari haluan hingga buritan, terutama di sepanjang garis air. Menurut ahli Angkatan Laut AS, kondisi tersebut wajar untuk kapal yang telah beroperasi terus menerus selama berbulan-bulan. Perawatan untuk menghilangkan karat memerlukan waktu sekitar 30 hari dan tidak dapat dilakukan secara menyeluruh selama singgah singkat di pelabuhan.

Selain itu, laporan mengenai kondisi kehidupan para awak juga mengundang perhatian. Masa penugasan yang sangat panjang menyebabkan beberapa awak mengalami tekanan mental berat, bahkan terdapat laporan percobaan bunuh diri. Selain itu, muncul juga masalah kekurangan pasokan dan fasilitas yang memburuk selama operasi yang melibatkan blokade laut dan operasi tempur di Timur Tengah, terutama dalam konflik dengan Iran.

USS Abraham Lincoln sebelumnya meninggalkan pangkalan utama di San Diego pada November 2025 untuk misi di Laut China Selatan, namun dialihkan ke Timur Tengah seiring meningkatnya ketegangan geopolitik. Kapal induk ini juga didampingi oleh kapal perang AS lainnya, seperti kapal perusak USS Frank E. Petersen Jr. dan kapal penjelajah berpeluru kendali USS Robert Smalls, yang bersandar di pelabuhan terdekat di Thailand.

Setelah masa istirahat di Thailand, kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln akan melanjutkan perjalanan mereka kembali ke Amerika Serikat. Persinggahan ini tidak hanya menjadi waktu pemulihan fisik dan mental bagi awak kapal, tetapi juga kesempatan untuk melakukan perawatan prioritas pada kapal sebelum melanjutkan operasi.

Para awak kapal juga memanfaatkan waktu di Thailand untuk beristirahat dan menikmati suasana daratan setelah hampir sepuluh bulan berada di laut. Salah satu pelaut menggambarkan pengalaman kembali ke darat sebagai sensasi aneh karena tubuhnya harus beradaptasi dengan permukaan yang tidak bergoyang seperti di atas kapal.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup