Menginap di Keuskupan Ruteng, Dedi Mulyadi Kelakar Tidur di Hotel Bintang 8 Saat Pantau Gempa Flores
M-Radar News, Ruteng – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menginap di Istana Keuskupan Ruteng saat melakukan pemantauan dan penyaluran bantuan korban gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam kunjungannya, Dedi Mulyadi bercanda menyebut tempat tinggal Uskup Ruteng sebagai “Hotel Bintang 8” sebagai ungkapan terima kasih atas sambutan hangat yang diterimanya.
Gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 dan menyebabkan 83 korban jiwa serta kerusakan rumah yang signifikan terutama di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Ende, Nagekeo, dan Manggarai Barat. Dedi Mulyadi langsung meninjau wilayah terdampak dan menyalurkan bantuan senilai Rp4,5 miliar, termasuk ganti rugi tunai sebesar Rp20 juta kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
Setibanya di Flores melalui Bandara Komodo, Labuan Bajo, Dedi Mulyadi memilih tidak mengikuti seremoni penyambutan melainkan langsung menuju ke lokasi terdampak menggunakan taksi. Sikap ini menunjukkan fokusnya untuk segera menemui korban dan memberikan bantuan secara langsung tanpa prosedur formal yang berlebihan.
Di Keuskupan Ruteng, Dedi Mulyadi mendapatkan kehormatan menginap di Istana Keuskupan dan bertemu langsung dengan Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat. Momen kebersamaan tersebut diabadikan dan dibagikan melalui media sosial, memperlihatkan hubungan erat antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan dalam penanganan bencana.
Dengan gaya khas dan jenaka, Dedi Mulyadi menyampaikan rasa terima kasih atas tempat menginap yang nyaman dan menyebutnya sebagai “Hotel Bintang 8”. Pernyataan ini tidak hanya mencairkan suasana tetapi juga menunjukkan rasa hormat dan apresiasi terhadap bantuan serta dukungan dari Keuskupan Ruteng selama masa tanggap darurat gempa.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi Jawa Barat dalam memberikan bantuan kemanusiaan dan mendukung percepatan pemulihan masyarakat terdampak gempa di Flores. Komitmen ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektoral antara pemerintah dan institusi lokal untuk menghadapi bencana secara efektif.
Penyaluran bantuan dan pemantauan langsung kondisi di lokasi akan terus dilakukan guna memastikan kebutuhan korban terpenuhi dan proses rehabilitasi dapat berjalan lancar. Dorongan semangat dari tokoh seperti Dedi Mulyadi menjadi motivasi tambahan bagi masyarakat untuk bangkit dari musibah.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












