Pernah Jadi Orang Terkaya di Asia, Pendiri Evergrande Hui Ka Yan Kini Divonis Penjara Seumur Hidup
M-Radar News – Pendiri China Evergrande Group, Hui Ka Yan, yang pernah menjadi salah satu orang terkaya di Asia, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh Pengadilan Menengah Rakyat Shenzhen, China.
Vonis tersebut dijatuhkan, pada Kamis (20/8/2026), setelah Hui dinyatakan bersalah atas sejumlah tindak pidana keuangan. Berdasarkan laporan Forbes, dakwaan yang menjeratnya antara lain penyuapan, penipuan, penyalahgunaan dana, serta pemalsuan informasi keuangan.
Pengadilan juga memerintahkan penyitaan seluruh aset pribadi Hui. Sementara itu, China Evergrande Group dikenai denda sebesar 8,82 miliar yuan atau sekitar US$1,31 miliar.
Perusahaan properti Evergrande Real Estate Group, yang merupakan unit utama Evergrande di China, turut dikenai denda sebesar 7 miliar yuan atau sekitar US$1,04 miliar. Total denda terhadap kedua entitas tersebut mencapai 15,82 miliar yuan atau sekitar US$2,35 miliar.
Hui sebelumnya mengaku bersalah atas sejumlah dakwaan yang diajukan terhadapnya. Ia pertama kali ditahan oleh otoritas China pada 2023, ketika Evergrande berada di tengah krisis utang yang semakin parah.
Dari Taipan Properti hingga Terjerat Kasus Hukum
Hui Ka Yan, yang juga dikenal sebagai Xu Jiayin, mendirikan Evergrande pada 1996. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan berkembang menjadi salah satu pengembang properti terbesar di China.
Puncak kejayaan Hui terjadi pada 2017. Forbes mencatat kekayaan bersihnya saat itu mencapai sekitar US$45,3 miliar dan menjadikannya orang terkaya di Asia.
Namun, ekspansi agresif Evergrande yang banyak ditopang utang kemudian menjadi masalah besar. Perusahaan menghadapi kewajiban lebih dari US$300 miliar dan gagal memenuhi pembayaran utang pada 2021.
Krisis Evergrande kemudian menjadi salah satu simbol utama memburuknya sektor properti China. Gagal bayar perusahaan memicu kekhawatiran investor serta meningkatkan tekanan terhadap perusahaan-perusahaan properti lain di negara tersebut.
Pengadilan Shenzhen menyatakan Hui melakukan berbagai pelanggaran keuangan dalam periode 2016 hingga 2021. Kasus tersebut antara lain berkaitan dengan penggunaan dana secara ilegal, penipuan dalam penggalangan dana, penerbitan sekuritas secara curang dan penyuapan.
Evergrande Berakhir di Meja Likuidasi
Upaya Evergrande untuk merestrukturisasi utang yang mencapai lebih dari US$300 miliar akhirnya gagal.
Pada 2024, pengadilan Hong Kong memerintahkan likuidasi Evergrande setelah perusahaan tidak mampu menyelesaikan rencana restrukturisasi utangnya.
Setahun kemudian, saham Evergrande resmi dihapus dari Bursa Saham Hong Kong setelah sebelumnya mengalami penghentian perdagangan dalam waktu panjang.
Hingga kini, proses likuidasi masih berlangsung. Likuidator berupaya memulihkan aset perusahaan untuk memenuhi klaim para kreditur.
56 Orang Lain Turut Dijatuhi Hukuman
Kasus Evergrande tidak hanya menyeret Hui Ka Yan. Pengadilan Shenzhen juga menjatuhkan hukuman kepada 56 orang lainnya yang terkait dengan perkara tersebut.
Mereka menerima hukuman penjara dengan masa hukuman mulai dari 22 bulan hingga 18 tahun. Sejumlah pejabat senior perusahaan juga termasuk dalam daftar terdakwa yang dijatuhi hukuman.
Dua putra Hui, Xu Tenghe dan Xu Zhijian, juga disebut termasuk di antara individu yang menerima hukuman. Namun, otoritas China tidak merinci dakwaan dan hukuman masing-masing individu.
Vonis seumur hidup terhadap Hui Ka Yan, menjadi penutup dramatis perjalanan salah satu taipan properti paling berpengaruh di China.
Dari pengusaha dengan kekayaan puluhan miliar dolar AS, Hui kini harus menghabiskan sisa hidupnya di balik jeruji setelah kerajaan bisnis yang dibangunnya runtuh akibat krisis utang dan kasus keuangan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.









