Pemkot Denpasar Gerak Cepat Tangani Dampak Puting Beliung, 63 Bangunan Warga Rusak

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat memimpin peninjauan di Desa Sidakarya, yang terdampak bencana angin puting beliung , Rabu (21/01/2026). (Foto: dok/ist)

M-RADARNEWS.COM, BALI – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar bergerak cepat merespons bencana angin puting beliung yang menerjang sejumlah wilayah, pada Rabu (21/01/2026) dini hari. Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan bangunan dan rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang.

Lokasi terdampak berada di Desa Sidakarya, Kelurahan Kesiman, dan Desa Sanur Kauh. Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap, genteng, tembok, serta sejumlah pelinggih di pekarangan warga.

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat memimpin peninjauan di Desa Sidakarya, menyampaikan keprihatinannya atas musibah tersebut. Ia mengoordinasikan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, DLHK, Dinas Sosial, serta perangkat terkait lainnya untuk melakukan pendataan dan assessment awal kerusakan.

“BPBD dan Dinas Sosial melalui Tim Tagana akan segera melakukan pendataan dan assessment. Ini penting untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang dialami warga,” ujar Arya Wibawa, Rabu (21/01/2026).

Selain pendataan, ia juga menginstruksikan pembersihan lokasi secara gotong royong, mengingat banyaknya puing bangunan, ranting pohon, genteng, asbes, dan material lainnya yang berserakan di rumah warga dan akses jalan.

“Kita akan fokuskan untuk pembersihan lokasi bencana. Dinas terkait seperti DLHK dan lainnya akan dikerahkan untuk membantu warga melakukan pembersihan disini” tegasnya.

Kepala BPBD Kota Denpasar, Ida Bagus Joni Arimbawa menuturkan, bahwa pihaknya terus melakukan pendataan di lokasi terdampak untuk memastikan tidak ada tambahan jumlah rumah yang rusak.

Dari hasil pendataan awal, tercatat 63 bangunan dan rumah warga terdampak. Rinciannya, 21 unit di Desa Sidakarya, 27 unit di Kelurahan Kesiman, dan 15 unit di Desa Sanur Kauh.

“Pendataan masih berlangsung. Kami ingin memastikan apakah masih ada penambahan jumlah rumah yang terdampak,” katanya.

Ia merinci, titik kerusakan di Desa Sidakarya berada di Gang Kenari dan sekitarnya. Di Kelurahan Kesiman, kerusakan terpusat di Jalan Pakis Aji, sementara di Desa Sanur Kauh berada di wilayah Tunggak Bingin.

“Sama seperti di wilayah Sidakarya dan Kesiman rata rata rumah warga mengalami kerusakan pada genteng, tembok, dan area Pelinggih,” jelas Joni Arimbawa.

Salah satu warga Sidakarya, Nyoman Alit Suteja, menceritakan momen saat angin puting beliung terjadi sekitar pukul 01.45 Wita, ketika ia tengah tertidur. Ia terbangun karena mendengar suara material berjatuhan.

“Setelah dicek, beberapa genteng rumah sudah jatuh. Di rumah tetangga juga sama, dan beberapa pohon ikut tumbang,” ujar Alit Suteja.

Pemkot Denpasar, terus melakukan penanganan lanjutan dengan berkoordinasi lintas instansi untuk memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi. Pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat intensitas hujan dan angin kencang diperkirakan masih dapat terjadi. (yd/hm)

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup