Serangan Udara Militer Israel di Kota Gaza: Dua Warga Palestina Tewas, 13 Luka-Luka

Serangan Udara Militer Israel di Kota Gaza: Dua Warga Palestina Tewas, 13 Luka-Luka. Foto: istimewa

M-Radar News, Internasional – Serangan udara militer Israel kembali memakan korban jiwa. Sebuah kendaraan yang melintas di kawasan Tal al-Hawa, Kota Gaza, menjadi sasaran rudal hingga hancur berkeping-keping, Minggu.

​Berdasarkan data dari petugas medis dan pejabat kesehatan setempat, insiden ini telah menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai 13 lainnya.

​Dampak ledakan yang sangat kuat dilaporkan memutilasi tubuh para korban. Otoritas kesehatan setempat pun kesulitan melakukan identifikasi dan meminta bantuan masyarakat yang mengenali korban untuk melapor.

​Rekaman video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi kendaraan sasaran yang hancur total dengan bagian atap dan pintu terkoyak akibat terjangan ledakan.

​Di sisi lain, militer Israel berdalih, bahwa serangan tersebut sengaja dilancarkan dengan menargetkan dua pejuang Hamas, mengutib dari aljazeera, pada Minggu (13/9/2026).

​Pelanggaran “Gencatan Senjata”

​Serangan ini menambah daftar panjang kekerasan yang terjadi hampir setiap hari di wilayah kantong Palestina yang terkepung. Eskalasi terus berlangsung meskipun kesepakatan “gencatan senjata” telah disepakati antara Israel dan Hamas sejak Oktober lalu.

​Catatan otoritas kesehatan menunjukkan bahwa lebih dari 1.300 warga Palestina tewas akibat gempuran Israel di seluruh wilayah Gaza sejak gencatan senjata yang ditengahi oleh Amerika Serikat (AS) tersebut dideklarasikan.

​Hamas secara tegas menuduh Israel sebagai pihak yang melanggar kesepakatan damai. Kelompok tersebut menilai Tel Aviv sengaja menghalangi rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang, yang di dalamnya mencakup skema penarikan pasukan Israel dari wilayah Palestina serta pelucutan senjata Hamas.

​Krisis Kemanusiaan dan Krisis Rumah Sakit

​Di tengah hancurnya infrastruktur, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan kondisi darurat pada Minggu. Sejumlah generator listrik di rumah sakit-rumah sakit utama terpaksa berhenti beroperasi dalam beberapa hari terakhir akibat krisis bahan bakar, minyak, dan ketersediaan suku cadang.

​Pihak kementerian menyebutkan bahwa kuota pasokan minyak yang diizinkan masuk oleh Israel sangat terbatas. Jumlah tersebut hanya cukup untuk kebutuhan darurat sesaat, jauh dari angka kebutuhan operasional bulanan rumah sakit yang mencapai 2.500 liter (660 galon).

​Pernyataan Kontroversial Donald Trump

​Sementara itu, di tengah memburuknya situasi kemanusiaan di Gaza, Presiden AS Donald Trump justru melontarkan pernyataan kontroversial saat melakukan kunjungan ke Irlandia, Sabtu. Ia mengeklaim, bahwa pemerintahan yang dipimpinnya sukses meredam konflik di wilayah tersebut.

​”Kami sudah memadamkan api, dan kami berhasil membebaskan semua sandera. Saat ini hampir tidak ada aktivitas di Gaza,” ujar Trump kepada para awak media dalam konferensi pers.

​”Jika Anda melihat Gaza, ada banyak hubungan baik yang terjalin saat ini. Ini sungguh luar biasa. Saya pikir kita telah melakukan pekerjaan yang hebat,” imbuhnya.

​Sejak eskalasi besar pecah pada Oktober 2023, total korban tewas akibat agresi militer Israel di Gaza telah melampaui 73.669 jiwa, di mana sebagian besar korban merupakan kaum perempuan dan anak-anak.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup