ALUMET Untirta Perkuat Sinergi Alumni dan Industri melalui Penandatanganan MoU

ALUMET Untirta Perkuat Sinergi Alumni dan Industri melalui Penandatanganan MoU. Foto: dok/ist/btn.

M-Radar News, Cilegon – Alumni Metalurgi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (ALUMET Untirta) memperkuat jaringan kolaborasi dengan perusahaan yang didirikan dan dikelola para alumni melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Kegiatan tersebut digelar dalam acara bertajuk “ALUMET RISE – Reconnect, Innovate, Synergize, Empower” di The Agathon Function Centre, Summarecon BSD, Tangerang, Minggu (23/8/2026).

Ketua Umum ALUMET Untirta, Teddy J. Simatupang, mengatakan penandatanganan MoU menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antaralumni yang kini berkiprah di berbagai bidang, mulai dari akademisi, praktisi industri hingga peneliti.

“ALUMET adalah wadah untuk bersatu, berkontribusi, dan membangun masa depan bersama,” ujar Teddy seperti dikutib bantennews, pada Senin (24/8/2026).

Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya membuka peluang kerja sama strategis antara organisasi alumni dan dunia industri, tetapi juga menjadi ruang bagi perusahaan milik alumni untuk memperkenalkan perkembangan dan potensi bisnis mereka.

Dalam kegiatan itu, ALUMET Untirta juga memperkenalkan Alumet App, platform digital yang dirancang untuk mendukung komunikasi internal, memperluas jaringan alumni, serta menunjang pelaksanaan berbagai program organisasi secara berkelanjutan.

Acara ALUMET RISE turut diisi dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah alumni yang dinilai berjasa dalam membangun identitas organisasi. Penghargaan diberikan, antara lain, kepada pencipta Mars Metal, penggagas berdirinya ALUMET, serta pencipta logo ALUMET.

Teddy mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi para alumni yang telah berkontribusi dalam membangun dan memperkuat fondasi organisasi.

Sementara itu, Dewan Penasehat ALUMET Untirta, Agus Pramono, menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antaralumni Teknik Metalurgi Untirta dari berbagai angkatan dan latar belakang profesi.

Agus juga menyampaikan bahwa Jurusan Teknik Metalurgi Untirta masih membutuhkan tambahan tenaga dosen. Karena itu, ia berharap alumni yang memiliki kompetensi dapat kembali berkontribusi dalam pengembangan almamater.

Selain kebutuhan tenaga pengajar, Jurusan Teknik Metalurgi Untirta saat ini tengah mempersiapkan pembentukan Program Magister Rekayasa Metalurgi dan Material.

Menurut Agus, program tersebut dapat menjadi peluang bagi alumni untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister sekaligus memperkuat kolaborasi dengan almamater.

“Ini menjadi kesempatan bagi para alumni untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di Untirta dan membangun kembali kolaborasi bersama almamater,” pungkasnya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup