Rumor Haji Isam Akuisisi 62,2 Persen Saham BYAN, Berpotensi Geser Tahta Orang Terkaya Indonesia
M-Radar News – Rumor mengenai rencana pengusaha nasional Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam untuk mengakuisisi mayoritas saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik konglomerat Low Tuck Kwong menjadi perhatian investor dan publik.
Jika rencana tersebut terealisasi, aksi korporasi ini berpotensi mengubah peta kepemilikan perusahaan tambang batu bara sekaligus posisi daftar orang terkaya di Indonesia.
Haji Isam dikabarkan berencana mengambil alih sekitar 62,2 persen saham BYAN yang saat ini berkaitan dengan kepemilikan Low Tuck Kwong dan keluarganya. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari kedua pihak mengenai rencana transaksi tersebut.
Permintaan konfirmasi telah diajukan kepada PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), perusahaan yang berada dalam kelompok usaha Haji Isam, serta BYAN. Namun, hingga berita ini disusun, belum diperoleh tanggapan resmi terkait kabar akuisisi tersebut.
Mengukib dari katadata, Minggu (23/8/2026). Low Tuck Kwong selama ini dikenal sebagai salah satu taipan terbesar di Indonesia. Berdasarkan Forbes Real Time Billionaires per 18 Agustus 2026, kekayaannya mencapai sekitar US$22,9 miliar atau setara Rp408,44 triliun. Dengan nilai tersebut, Low Tuck Kwong menempati posisi teratas dalam daftar orang terkaya di Indonesia.
Selain BYAN, Low Tuck Kwong juga memiliki kepentingan bisnis di sejumlah perusahaan, termasuk PT Samindo Resources Tbk (MYOH) dan Metis Energy yang berbasis di Singapura.
Kapitalisasi BYAN Jauh di Atas Emiten Haji Isam
Di sisi lain, kapitalisasi pasar sejumlah perusahaan yang dikaitkan dengan kelompok usaha Haji Isam di Bursa Efek Indonesia masih berada di bawah BYAN.
Empat emiten yang disebut terkait dengan kelompok usahanya, yakni PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), dan PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), memiliki total kapitalisasi pasar sekitar Rp74,29 triliun.
Sementara itu, kapitalisasi pasar BYAN mencapai sekitar Rp480 triliun. Nilai tersebut jauh lebih besar dibandingkan gabungan kapitalisasi pasar keempat emiten tersebut.
Besarnya valuasi BYAN membuat kabar mengenai kemungkinan pengambilalihan saham perusahaan tersebut menjadi perhatian pasar.
Kepemilikan Saham BYAN
Berdasarkan komposisi pemegang saham yang beredar, Low Tuck Kwong tercatat memiliki sekitar 40,25 persen saham BYAN. Sementara putrinya, Elaine Low, menguasai sekitar 22 persen saham.
Selain keduanya, terdapat sejumlah perusahaan dan investor lain yang memiliki kepemilikan saham BYAN dengan porsi antara 3 persen hingga 10 persen.
Apabila saham yang dimiliki Low Tuck Kwong dan Elaine Low benar-benar dialihkan kepada Haji Isam, maka kepemilikan tersebut secara keseluruhan mencapai sekitar 62,25 persen. Porsi itu akan memberikan posisi pengendali atas BYAN.
Namun, skema, nilai transaksi, maupun mekanisme pengambilalihan saham tersebut belum diketahui dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak-pihak terkait.
Pertemuan Low Tuck Kwong dan Norman Joesoef
Rumor akuisisi tersebut juga mencuat setelah adanya pertemuan antara Low Tuck Kwong dan Norman Joesoef, pendiri Republikorp, di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Meski demikian, pertemuan tersebut belum dapat dijadikan bukti bahwa transaksi pengambilalihan saham BYAN sedang berlangsung. Hingga saat ini, belum terdapat pernyataan resmi yang mengonfirmasi adanya kesepakatan antara Haji Isam dan Low Tuck Kwong.
Di sisi lain, besaran kekayaan Haji Isam juga relatif sulit dihitung secara pasti. Pasalnya, sebagian besar bisnis yang dikaitkan dengannya tidak tercatat di Bursa Efek Indonesia sehingga nilai keseluruhan aset dan kepemilikannya tidak sepenuhnya dapat diketahui melalui data pasar modal.
Jika akuisisi BYAN benar-benar terealisasi, transaksi tersebut akan menjadi salah satu aksi korporasi besar di sektor pertambangan Indonesia. Pengambilalihan saham mayoritas BYAN juga berpotensi mengubah peta kekayaan para taipan nasional.
Untuk saat ini, kabar tersebut masih berstatus rumor. Publik dan investor masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak Haji Isam maupun BYAN terkait kebenaran rencana pengambilalihan saham tersebut.
Perkembangan selanjutnya, termasuk kepastian transaksi, nilai akuisisi, serta struktur kepemilikan setelah transaksi, akan menjadi faktor penting untuk menentukan dampaknya terhadap posisi Low Tuck Kwong dan Haji Isam dalam daftar orang terkaya di Indonesia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











