Antrean SPBU Mengular, Bupati Markus Minta Warga Hentikan Panic Buying
M-Radar News, Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Bangka Barat mendorong Bupati Markus untuk meminta warga menghentikan panic buying. Pasokan BBM dari Pertamina dipastikan aman dan tidak mengalami pengurangan kuota.
Menurut Markus, antrean dipicu oleh disparitas harga BBM serta munculnya kepanikan masyarakat yang khawatir kehabisan stok. “Pertamina sudah memastikan tidak ada pengurangan kuota. Stok BBM aman dan distribusi berjalan seperti biasa. Kondisi di setiap SPBU bisa berbeda tergantung tingkat penjualan dan kepadatan kendaraan,” kata Markus dalam keterangan yang diterima RRI, Jumat, 17 Juli 2026.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Bangka Barat bersama Forkopimda telah mengumpulkan seluruh pengelola SPBU guna melakukan koordinasi. Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak membeli BBM secara berlebihan serta meminta SPBU memperketat pengawasan penyaluran BBM subsidi melalui sistem barcode.
“Menindaklanjuti arahan Kapolda, kepolisian bersama Forkopimda akan melakukan penegakan hukum terhadap oknum pengerit BBM. Penyalahgunaan BBM subsidi merupakan pelanggaran yang dapat diproses sesuai ketentuan pidana,” tegasnya.
Sementara itu, warga Mentok, Fikri, berharap ada tindakan tegas terhadap oknum pengerit yang menyalahgunakan BBM. Jika tidak ada penindakan, dikhawatirkan persoalan ini akan tambah parah. “Jadi sebagai warga ini sangat setuju kalau Pemkab, Kepolisian, Pertamina mau bertindak tegas kepada oknum-oknum yang menyalahgunakan BBM. Kita sangat mendukung sekali,” ucapnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












