Ketegangan AS-Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Turun Signifikan
M-Radar News – Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan pada perdagangan Kamis pagi setelah indikasi meredanya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Selat Hormuz. Kontrak minyak Brent turun menjadi 95,2 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS melemah ke level 90,77 dolar AS per barel.
Penurunan harga minyak ini terjadi setelah sebelumnya harga sempat berfluktuasi tajam akibat eskalasi serangan militer yang melibatkan sasaran sistem radar dan rudal Iran oleh Amerika Serikat. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan operasi militer tersebut berhasil menghancurkan fasilitas pertahanan musuh di wilayah yang strategis tersebut, namun menegaskan bahwa operasi tidak akan berlangsung lama.
Meskipun demikian, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz tetap rendah dengan hanya empat kapal komoditas yang melintas pada Rabu, jauh di bawah rata-rata harian sebanyak 13 kapal, akibat pengetatan aturan oleh pemerintah Iran yang memperluas daftar kapal asing yang berisiko disita jika melintas tanpa izin.
Analis pasar menyebut penurunan harga minyak dipicu oleh meredanya ketegangan militer yang sementara waktu, sehingga potensi gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah dapat berkurang. Jika situasi benar-benar stabil, distribusi minyak melalui Selat Hormuz diperkirakan akan segera kembali normal seperti sebelum konflik memanas.
Namun, risiko ketegangan kembali meningkat tetap ada karena konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan ini masih belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian yang pasti. Eskalasi militer yang kembali terjadi sebelumnya telah mendorong harga minyak melonjak hingga mendekati 100 dolar AS per barel, menimbulkan kekhawatiran gangguan pasokan energi global dan dampak inflasi di berbagai negara.
Selat Hormuz tetap menjadi jalur strategis utama perdagangan minyak dunia dengan volume pengiriman yang mencapai jutaan barel per hari. Oleh karena itu, keamanan dan stabilitas kawasan ini sangat penting untuk menjaga kelancaran pasokan energi global dan stabilitas harga minyak.
Situasi ini menjadi perhatian dunia karena setiap aksi militer lanjutan di wilayah tersebut berpotensi memicu lonjakan harga minyak yang dapat berdampak luas pada perekonomian global, termasuk biaya energi, transportasi, dan inflasi.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












