Harga Bumbu Dapur di Ponorogo Turun, Ini Kata Pedagang
M-Radar News, Ponorogo – Harga bumbu dapur di Pasar Legi Ponorogo mengalami penurunan. Pedagang menyebut minimnya permintaan sebagai penyebab utama, termasuk karena program Makan Bergizi Gratis (MBG) diliburkan dan bulan Suro yang sepi hajatan.
Suprihatin, pedagang di Pasar Legi, mengatakan penurunan harga terjadi pada sejumlah komoditas. “MBG nggak ada semua turun. Contohnya cabai kecil (cabai rawit) yang biasanya Rp60 ribu-Rp70 ribu per kg, ini tinggal Rp45 ribu sampai Rp50 ribu per kg,” ujarnya, Minggu (12/7/2026).
Cabai keriting yang sebelumnya Rp50 ribu per kg kini turun menjadi Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kg. Bawang merah dari Rp40 ribu menjadi Rp35 ribu per kg, dan bawang putih turun dari Rp40 ribu menjadi Rp32 ribu per kg.
Selain itu, tomat juga mengalami penurunan harga dari Rp15 ribu menjadi Rp10 ribu per kg. Wortel turun dari Rp12 ribu menjadi Rp8 ribu per kg. Suprihatin mengakui pasokan berbagai komoditas saat ini melimpah di pasaran.
Menurutnya, penurunan harga dipengaruhi oleh minimnya permintaan karena bulan Suro atau Muharram yang biasanya tidak banyak orang menggelar hajatan. Program MBG yang diliburkan juga turut menekan permintaan.
“Pembeli pun kini semringah,” katanya, menggambarkan respons konsumen terhadap harga yang lebih murah.
Meski demikian, Suprihatin memperkirakan harga sejumlah komoditas akan kembali merangkak naik seiring dengan dimulainya kembali program MBG setelah siswa masuk sekolah. “MBG kembali berjalan, sehingga permintaan akan meningkat lagi,” ujarnya.
Penurunan harga ini menjadi angin segar bagi ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner di Ponorogo. Mereka bisa menekan biaya produksi atau belanja harian.
Pemerintah daerah diharapkan terus memantau stabilitas harga agar tidak terjadi fluktuasi yang merugikan konsumen dan petani. Pasokan yang melimpah saat ini perlu dijaga keseimbangannya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











