Sebanyak 4 Dapur MBG di Pamekasan Belum Miliki SLHS
M-Radar News, Pamekasan – Sebanyak 4 dari 131 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pamekasan belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Achmad Syamlan mengungkapkan, bahwa 127 dapur lainnya sudah memiliki SLHS. Keempat dapur yang belum bersertifikat itu masih menunggu surat keterangan operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Syamlan menegaskan, bahwa SLHS wajib dimiliki oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani program MBG. Kewajiban ini diatur langsung oleh BGN dan Kementerian Kesehatan.
“SLHS merupakan syarat dasar operasional yang harus dipenuhi. SPPG yang belum memiliki SLHS akan ditutup atau dihentikan sementara,” ucapnya, pada Kamis (9/7/2026).
Ia menyampaikan, SLHS penting dimiliki SPPG untuk memastikan kebersihan serta ketepatan penyimpanan bahan baku di dapur MBG. Tanpa sertifikat itu, risiko kontaminasi dan penurunan kualitas gizi makanan bisa terjadi.
Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan terus memantau dan mendorong keempat dapur tersebut untuk segera melengkapi persyaratan. Syamlan berharap proses penerbitan surat keterangan operasional dari BGN dapat dipercepat agar tidak mengganggu layanan MBG.
Sementara itu, program MBG di Pamekasan telah berjalan sejak awal tahun dan melayani ribuan penerima manfaat, termasuk anak sekolah dan ibu hamil. Keberadaan SLHS menjadi jaminan bahwa makanan yang disajikan aman dan bergizi.
“Kami tidak ingin mengambil risiko. Kesehatan penerima manfaat adalah prioritas utama,” tegas Syamlan.
Dinas Kesehatan juga telah melakukan sosialisasi dan bimbingan teknis kepada seluruh SPPG mengenai pentingnya higiene sanitasi. Selain itu, pengawasan rutin dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap standar yang ditetapkan.
Bagi dapur yang belum memiliki SLHS, Dinkes memberikan tenggat waktu untuk segera mengurusnya. Jika dalam waktu yang ditentukan belum juga dipenuhi, maka operasional dapur tersebut akan dihentikan sementara.
Syamlan menambahkan, pihaknya berkoordinasi dengan BGN dan instansi terkait untuk mempermudah proses perizinan. “Kami berharap semua dapur MBG di Pamekasan bisa segera memenuhi persyaratan,” pungkasnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











