Digitalisasi Bansos di Tejakula, Ratusan KPM Ikuti Verifikasi Data

Digitalisasi Bansos di Tejakula, Ratusan KPM Ikuti Verifikasi Data

M-Radar News, Singaraja – Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai menguji coba digitalisasi penyaluran bantuan sosial di Kecamatan Tejakula. Hasil sementara menunjukkan sebanyak 309 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dinyatakan layak menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, meninjau langsung pelaksanaan piloting digitalisasi bantuan sosial di tujuh desa. Desa tersebut adalah Julah, Bondalem, Tejakula, Les, Penuktukan, Sambirenteng, dan Tembok. Tiga desa lainnya akan menyusul karena masih melaksanakan rangkaian Upacara Ngusaba Desa.

Berdasarkan hasil uji coba, sebanyak 455 KPM mengikuti proses verifikasi digital. Dari jumlah tersebut, 309 KPM dinyatakan layak menerima BPNT dan PKH, 53 KPM layak menerima BPNT, 79 KPM dinyatakan tidak layak, serta 14 KPM masih menunggu verifikasi lebih lanjut.

Kariaman Putra mengatakan digitalisasi bantuan sosial menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, sistem digital akan mempercepat proses verifikasi sekaligus memastikan penyaluran bantuan berlangsung lebih tepat sasaran.

“Digitalisasi bantuan sosial merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Melalui sistem digital, proses verifikasi data hingga penyaluran bantuan diharapkan menjadi lebih cepat, akurat, serta meminimalkan potensi kesalahan data,” ujarnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Tembok Dewa Ketut Gede Asmawan menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan uji coba tersebut. Mereka menilai digitalisasi bantuan sosial akan mempermudah proses verifikasi dan meningkatkan transparansi penyaluran bantuan kepada masyarakat.

“Kami menyambut baik pelaksanaan piloting digitalisasi bantuan sosial ini. Harapannya sistem ini dapat mempermudah proses verifikasi dan penyaluran bantuan sehingga semakin tepat sasaran, transparan, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat penerima manfaat,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan piloting ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap hasil evaluasi dapat menjadi dasar penyempurnaan sistem digitalisasi bantuan sosial bersama Kementerian Sosial RI. Dengan demikian, penyaluran bantuan sosial ke depan diharapkan semakin efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup