Pemkab Pati Ajukan Rp10 Miliar ke Pemerintah Pusat untuk Renovasi Alun-Alun Kembangjoyo
M-Radar News, Pati – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, mengusulkan anggaran sebesar Rp10 miliar kepada pemerintah pusat untuk merenovasi Alun-Alun Kembangjoyo.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat menghadiri Pagelaran Sandiwara Kethoprak “KRIDHO CARITO” di Alun-Alun Kembangjoyo, Senin (31/8/2026).
Chandra mengatakan, rencana renovasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Pati mengoptimalkan keberadaan Alun-Alun Kembangjoyo sebagai ruang publik sekaligus pusat aktivitas masyarakat.
Selain renovasi, Pemkab Pati juga berencana menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Car Free Night (CFN).
“Car Free Night itu tidak hanya nanti kami laksanakan di Jalan Sudirman. Nanti juga akan kami laksanakan di Alun-Alun Kembangjoyo,” kata Chandra.
Menurut Chandra, Alun-Alun Kembangjoyo memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena memiliki ruang yang cukup luas. Namun, optimalisasi kawasan tersebut perlu didukung dengan penataan dan pembaruan sejumlah fasilitas.
“Kami juga sudah mengusulkan ke pemerintah pusat untuk renovasi Alun-Alun Kembangjoyo ini sebesar Rp10 miliar,” ujar Chandra.
Ia berharap, usulan tersebut dapat direalisasikan pemerintah pusat sehingga pembangunan dan penataan Alun-Alun Kembangjoyo dapat segera dilakukan.
“Semoga anggaran dari pemerintah pusat bisa terealisasi untuk kita bisa melaksanakan pembangunan Alun-Alun Kembangjoyo dengan lebih megah,” tutur Chandra.
Lebih lanjut, Chandra menyebut, keberadaan alun-alun tidak hanya berkaitan dengan ruang publik, tetapi juga memiliki potensi untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.
Chandra berharap, kawasan tersebut nantinya dapat menjadi wadah berbagai aktivitas masyarakat, termasuk mendukung kegiatan usaha para pedagang kaki lima (PKL).
“Alun-alun tercinta ini selalu kita banggakan, selalu kita harapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat Kabupaten Pati,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Chandra juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Pati.
Menurutnya, kondisi daerah yang aman dan kondusif akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas serta mendukung proses pembangunan.
“Kalau Pati ini aman, Pati ini tenteram, Pati ini damai, tentunya negara kita juga akan damai dan tenteram,” ujarnya.
Chandra juga mengapresiasi para PKL yang dinilai terus berupaya menjalankan kegiatan usaha dengan tertib. Ia berharap, komunikasi antara pemerintah daerah dan para PKL tetap terjalin untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di lapangan.
“Mari kita sama-sama bergandeng tangan untuk menciptakan kondusivitas Kabupaten Pati,” kata Chandra.
Sementara itu, Pagelaran Sandiwara Kethoprak “KRIDHO CARITO” turut menjadi bagian dari upaya mengenalkan sejarah dan budaya Pati kepada masyarakat.
Pagelaran tersebut mengangkat kisah sejarah serta tokoh leluhur Pati, di antaranya Ki Ageng Penjawi dan Mbah Wasis Joyokusumo.
Dalam sambutannya, Chandra mengajak masyarakat untuk memahami dan mengambil nilai positif dari sejarah serta perjuangan para leluhur Pati.
Menurutnya, sejarah tidak hanya menjadi bagian dari identitas daerah, tetapi juga dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menjaga serta mengembangkan Kabupaten Pati.
Pagelaran Sandiwara Kethoprak “KRIDHO CARITO” tersebut dihadiri sejumlah anggota DPRD Pati, jajaran perangkat daerah, kepala OPD, Camat Pati Kota, Lurah Kalidoro, perwakilan PKL, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












