Pembangunan PPN Pengambengan Segera Dimulai, Groundbreaking Ditargetkan Agustus 2026

Syahbandar PPN Pengambengan, Kartono. Foto: dok/ist.

M-Radar News, Denpasar – Pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Kabupaten Jembrana, memasuki tahap persiapan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek strategis nasional tersebut dilakukan pada pekan ketiga Agustus 2026.

Syahbandar PPN Pengambengan, Kartono mengatakan, kontrak pembangunan proyek dijadwalkan ditandatangani pada akhir Juli 2026. Setelah itu, proses pembangunan akan segera dimulai.

“Groundbreaking direncanakan pada minggu ketiga Agustus 2026. Sesuai rencana, kontrak pembangunan dilakukan pada akhir Juli 2026,” ujar Kartono di Denpasar, pada Selasa (21/7/2026).

Menurut Kartono, relokasi aktivitas kapal perikanan dari Pelabuhan Benoa ke PPN Pengambengan, akan dilakukan secara bertahap seiring rampungnya pembangunan fasilitas pendukung.

“Timeline pemindahan kapal ikan dari Pelabuhan Benoa dimulai pada 2027, seiring fasilitas yang terbangun. Harapannya, pada akhir 2028 seluruh aktivitas kapal perikanan sudah berpindah ke Pengambengan,” katanya.

Pemerintah melalui KKP menyiapkan PPN Pengambengan, sebagai pusat baru aktivitas perikanan tangkap di Bali.

Proyek senilai Rp1,2 triliun tersebut dibangun di atas lahan seluas 85 hektare. Dari luas tersebut, kawasan pelabuhan yang saat ini baru mencapai 14 hektare akan dikembangkan menjadi 49 hektare.

Pelabuhan ini akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti pusat pengolahan hasil perikanan tangkap, cold storage, dermaga, fasilitas docking, sentra kuliner, hingga pasar modern.

Selain itu, PPN Pengambengan dirancang sebagai eco fishing port yang modern, ramah lingkungan, dan terintegrasi dengan koperasi, pelatihan sumber daya manusia (SDM), pemberdayaan UMKM, serta sistem layanan berbasis digital.

Saat ini, KKP tengah melakukan sejumlah tahapan persiapan, di antaranya pendataan kapal perikanan yang beroperasi di Pelabuhan Benoa serta penyusunan sistem monitoring sebagai bagian dari proses relokasi.

Selain itu, KKP juga mempercepat relokasi kapal perikanan yang tidak melakukan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Benoa. Di saat yang sama, pembangunan berbagai fasilitas di PPN Pengambengan terus dipercepat agar siap menjadi lokasi baru bagi aktivitas kapal perikanan. (wy)

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup