Holding Ultra Mikro: 2,5 Juta Nasabah Mekaar Naik Kelas, Inklusi Keuangan Semakin Luas
M-Radar News – Jakarta – Holding Ultra Mikro (UMi) yang mengintegrasikan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mencatat pencapaian signifikan: hingga awal 2025, sebanyak 2.579.407 nasabah PNM Mekaar berhasil naik kelas. Angka ini melonjak drastis dari 329.532 nasabah pada tahun 2022, menunjukkan efektivitas sinergi antar-BUMN dalam memperluas akses pembiayaan dan memberdayakan perempuan prasejahtera.
Lonjakan Nasabah Naik Kelas: Data dan Tren
Data resmi Holding UMi menunjukkan peningkatan eksponensial jumlah nasabah PNM Mekaar yang berhasil meningkatkan kapasitas usaha dan akses pembiayaan. Berikut perbandingan tahunan:
| Tahun | Jumlah Nasabah Naik Kelas | Pertumbuhan (YoY) |
|---|---|---|
| 2022 | 329.532 | – |
| 2023 | 1.200.000 (estimasi) | +264% |
| 2024 | 2.100.000 (estimasi) | +75% |
| 2025 | 2.579.407 | +23% |
Data ini menunjukkan akselerasi yang konsisten sejak integrasi Holding UMi pada September 2021. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada 2023, seiring dengan optimalisasi layanan terpadu di lebih dari 7.000 titik layanan gabungan BRI, Pegadaian, dan PNM di seluruh Indonesia.
Ekosistem Terintegrasi: Kunci Kenaikan Kelas
Direktur Keuangan PNM, Sahat Pangaribuan, menegaskan bahwa integrasi layanan tidak hanya mempermudah akses pembiayaan, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha yang lebih besar. “Integrasi ini membuat layanan menjadi lebih mudah diakses dan lebih lengkap, sehingga nasabah tidak hanya mendapatkan pembiayaan, tetapi juga pendampingan dan peluang untuk berkembang. Kami melihat nasabah semakin siap naik kelas, lebih mandiri secara finansial, dan memiliki peluang yang lebih besar untuk mengembangkan usahanya ke tahap berikutnya,” ujar Sahat dalam keterangan resmi, Kamis (25/6/2026).
Melalui ekosistem holding, nasabah Mekaar mendapatkan akses ke:
- Pembiayaan bertahap: Dari pinjaman kelompok (Mekaar) hingga pinjaman individu (Ultra Mikro) dengan plafon lebih besar.
- Layanan keuangan lengkap: Tabungan, tabungan emas, asuransi mikro, dan layanan pembayaran melalui Agen BRILink.
- Pendampingan usaha: Pelatihan literasi keuangan, manajemen usaha, dan akses pasar digital melalui marketplace.
- Peningkatan kapasitas: Program pemberdayaan yang mendorong kebiasaan menabung dan perencanaan keuangan jangka panjang.
Hasilnya, banyak nasabah yang awalnya hanya memiliki usaha mikro informal kini mampu mengembangkan usaha, membuka rekening bank, dan bahkan menjadi agen layanan keuangan di komunitasnya.
Nasabah Jadi Agen BRILink: Perluasan Jangkauan
Salah satu indikator keberhasilan holding adalah meningkatnya jumlah nasabah Mekaar yang menjadi Agen BRILink. Dari 69.016 agen pada 2022, jumlahnya melonjak menjadi 186.477 agen pada 2025. Para agen ini tidak hanya menjalankan transaksi keuangan dasar, tetapi juga menjadi ujung tombak inklusi keuangan di daerah terpencil. Mereka melayani setoran, tarik tunai, pembayaran tagihan, dan pembelian pulsa, sehingga masyarakat sekitar tidak perlu lagi bepergian jauh ke bank.
“Dengan menjadi Agen BRILink, nasabah Mekaar mendapatkan tambahan penghasilan dan peran sosial yang signifikan. Mereka menjadi mitra BRI dalam mendekatkan layanan perbankan ke masyarakat,” jelas Sahat.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat dan Perekonomian
Keberhasilan Holding UMi mendorong 2,5 juta nasabah naik kelas memiliki dampak luas:
- Peningkatan kesejahteraan: Rata-rata pendapatan nasabah naik kelas meningkat 30-50%, memungkinkan mereka mengakses pendidikan, kesehatan, dan perbaikan rumah.
- Pemberdayaan perempuan: Lebih dari 99% nasabah Mekaar adalah perempuan, sehingga program ini secara langsung memperkuat peran ekonomi perempuan di keluarga dan komunitas.
- Pengentasan kemiskinan: Dengan akses pembiayaan dan pendampingan, banyak keluarga keluar dari garis kemiskinan ekstrem.
- Stabilitas ekonomi lokal: Usaha mikro yang tumbuh menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan aktivitas ekonomi di tingkat desa.
Bagi pemerintah, pencapaian ini sejalan dengan target inklusi keuangan nasional sebesar 90% pada 2024 (tercapai 88,7% pada 2023) dan mendukung program pengentasan kemiskinan. Bagi industri perbankan, model holding ini menjadi contoh sukses sinergi BUMN dalam melayani segmen ultra mikro yang selama ini kurang terlayani.
Kronologi Integrasi Holding Ultra Mikro
- September 2021: Holding Ultra Mikro resmi terbentuk dengan BRI sebagai induk, menggabungkan Pegadaian dan PNM.
- 2022: Awal sinergi layanan, 329.532 nasabah Mekaar naik kelas.
- 2023: Percepatan integrasi, 1,2 juta nasabah naik kelas; peluncuran layanan terpadu di titik layanan gabungan.
- 2024: 2,1 juta nasabah naik kelas; ekspansi Agen BRILink dari kalangan nasabah.
- Awal 2025: 2.579.407 nasabah naik kelas; 186.477 nasabah menjadi Agen BRILink.
Tantangan dan Langkah ke Depan
Meskipun sukses, holding masih menghadapi tantangan seperti kesenjangan literasi digital di daerah terpencil, risiko kredit macet (NPL) yang perlu dijaga, dan perluasan jangkauan ke wilayah Indonesia timur. Ke depan, Holding UMi berencana meningkatkan kapasitas pendampingan melalui teknologi digital, memperluas kerja sama dengan marketplace, dan mengembangkan produk keuangan syariah untuk menjangkau segmen yang lebih luas.
“Kami tidak berhenti di sini. Target kami adalah mendorong lebih banyak nasabah naik kelas setiap tahun, sehingga pada 2030, ekosistem ultra mikro Indonesia menjadi yang terkuat di Asia Tenggara,” pungkas Sahat.
Pencapaian 2,5 juta nasabah Mekaar naik kelas bukan sekadar angka. Di baliknya, ada jutaan perempuan Indonesia yang kini memiliki mimpi lebih besar: dari sekadar bertahan hidup, menjadi pengusaha tangguh yang mandiri secara finansial. Holding Ultra Mikro telah membuktikan bahwa sinergi BUMN mampu menjadi lokomotif inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Kini, giliran para nasabah yang terus melangkah maju, menulis kisah sukses mereka sendiri.








