Komisi V DPR RI Kawal Perpanjangan Akses Tol Jogja-Solo ke Bokoharjo
M-Radar News, Yogyakarta – Komisi V DPR RI mengawal proses perpanjangan akses keluar Tol Jogja-Solo yang akan diperpanjang dari Purwomartani hingga Bokoharjo, Sleman. Langkah ini bertujuan memberikan jalur lanjutan bagi kendaraan yang menuju Gunungkidul tanpa harus berhenti di Purwomartani dan bertemu dengan Jalan Raya Jogja-Solo.
Perpanjangan akses tol ini merupakan tindak lanjut dari usulan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang didorong oleh Komisi V DPR RI sebagai bagian dari fungsi pengawasan dan pengawalan infrastruktur jalan tol.
Peninjauan Langsung oleh Komisi V DPR RI
Dalam kunjungan kerja spesifik pada Jumat (7/7), Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya, memimpin tim untuk meninjau langsung persiapan pintu tol Purwomartani. Pada kesempatan tersebut, Komisi V menerima laporan dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Jasa Marga mengenai usulan perpanjangan akses hingga Bokoharjo.
Danang menyampaikan bahwa usulan ini telah dibahas dalam Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah 2025 dan 2026 yang menghubungkan Prambanan, Gayamharjo, hingga jalan menuju Gunungkidul.
Manfaat Perpanjangan Akses Tol
Akses tol hingga Bokoharjo diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas di Jalan Raya Jogja-Solo. Dengan adanya exit tol di Bokoharjo, kendaraan yang langsung menuju Gunungkidul dapat keluar tol tanpa harus melalui jalan raya yang selama ini menjadi titik kemacetan.
“Ini menjadi titik baik pada saat sampai ke Bokoharjo dan nyambung nanti sehingga para pengguna jalan tol yang tujuannya langsung ke Gunung Kidul bisa tidak mengganggu ruas lalu lintas di jalan raya Jogja-Solo,” jelas Danang.
Progres dan Target Penyelesaian
Progres pembangunan akses tol saat ini telah mencapai pintu exit tol Purwomartani. Komisi V menargetkan ruas tol ini dapat difungsikan kembali pada periode Natal dan Tahun Baru, sebelum beroperasi penuh pada tahun 2027.
Untuk perpanjangan akses hingga Bokoharjo, ditargetkan akan fungsional pada periode Lebaran mendatang. Penyelesaian akses tersebut juga terkait dengan ruas Inpres Jalan Daerah Prambanan-Gayamharjo yang menjadi penghubung menuju wilayah Gunungkidul.
Langkah Selanjutnya
Komisi V DPR RI meminta BPJT mempercepat kajian teknis dan meminta Jasa Marga, selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), untuk mengkaji skema pelaksanaan perpanjangan akses tol tersebut. Secara umum, skema kerja sama pemerintah dan badan usaha ini tidak menghadapi banyak kendala, namun diperlukan tambahan anggaran dari Jasa Marga untuk menyelesaikan paket perpanjangan akses.
Dengan pengawalan Komisi V DPR RI, diharapkan pembangunan dan pengoperasian akses tol ini dapat berjalan sesuai target sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi kelancaran lalu lintas dan pengembangan wilayah di sekitar Jogja-Solo dan Gunungkidul.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












