Hutama Karya Tuntaskan 95 Persen Proyek Tanggap Darurat SDA Aceh, Percepat Pemulihan Wilayah Pascabencana

PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat penyelesaian Proyek Tanggap Darurat Bencana Sumber Daya Air (TD SDA) di Provinsi Aceh sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pemulihan wilayah yang terdampak bencana.

M-Radar News – PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat penyelesaian Proyek Tanggap Darurat Bencana Sumber Daya Air (TD SDA) di Provinsi Aceh sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pemulihan wilayah yang terdampak bencana. Hingga awal Juli 2026, progres pekerjaan proyek tersebut telah mencapai 95 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026.

Proyek ini berfokus pada pemulihan infrastruktur sumber daya air guna mengembalikan fungsi sungai sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap kawasan permukiman, lahan pertanian, dan fasilitas umum yang terdampak bencana.

Sebagai bagian dari pekerjaan, Hutama Karya telah menyelesaikan normalisasi dan pengalihan alur sungai di 30 titik dengan total panjang mencapai 16 kilometer. Upaya tersebut dilakukan untuk memperlancar aliran sungai, mengurangi sedimentasi, serta meminimalkan risiko banjir pada musim hujan.

Selain itu, perusahaan juga membangun pengamanan lereng sungai menggunakan konstruksi bronjong di 17 titik yang tersebar di sejumlah kabupaten di Aceh. Hingga kini, 12 titik telah selesai dipulihkan, sedangkan lima titik lainnya masih dalam tahap penyelesaian.

Lima lokasi tersebut berada di Natam, Kabupaten Aceh Tenggara; Aibobo, Rikib Ghaib, dan Penomon di Kabupaten Gayo Lues; serta Lawet di Kabupaten Aceh Barat.

Metode bronjong dipilih karena dinilai efektif memperkuat bantaran sungai sekaligus melindungi wilayah sekitar dari ancaman erosi, longsor, dan luapan air. Struktur yang tersusun dari batu dalam anyaman kawat baja galvanis itu mampu beradaptasi terhadap pergerakan tanah, memiliki daya tahan tinggi, dan memberikan perlindungan jangka panjang.

Pembangunan bronjong diprioritaskan di kawasan yang berdekatan dengan permukiman warga, lahan pertanian, serta fasilitas publik agar stabilitas lereng tetap terjaga ketika debit sungai meningkat.

Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani mengatakan, percepatan penyelesaian proyek merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pemerintah mempercepat rehabilitasi wilayah terdampak bencana.

“Hutama Karya berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat penanganan pascabencana melalui pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan tepat guna,” kata Hamdani melalui keterangan resminya, pada Sabtu (18/7/2026)

”Melalui pekerjaan pengamanan lereng sungai menggunakan konstruksi bronjong, kami berharap masyarakat memperoleh perlindungan yang lebih baik dari risiko banjir dan erosi, sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah terhadap potensi bencana di masa mendatang,” imbuhnya.

Menurutnya, pelaksanaan proyek di lapangan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tingginya debit sungai, curah hujan yang tinggi, hingga lokasi pekerjaan yang tersebar di sejumlah daerah.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Hutama Karya menerapkan berbagai strategi percepatan, seperti pembangunan tanggul sementara, sistem dewatering, optimalisasi jam kerja, hingga pembagian area pekerjaan berdasarkan zona penanganan.

Di samping itu, perusahaan memastikan seluruh tahapan pekerjaan memenuhi standar mutu dan keselamatan melalui pemeriksaan material bronjong, pondasi, sambungan kawat, hingga pengujian kekuatan tarik serta kualitas lapisan galvanis.

Dengan hampir rampungnya proyek ini, Hutama Karya berharap infrastruktur sumber daya air di Aceh semakin tangguh dalam menghadapi potensi bencana, sehingga mampu melindungi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan aktivitas sosial dan perekonomian di wilayah terdampak.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup