Rencana Pramono Bongkar JPO ‘Love-Hate Relationship’ Rasuna Said Lama

Rencana Pramono Bongkar JPO 'Love-Hate Relationship' Rasuna Said Lama

Gubernur Pramono Anung Rencanakan Pembongkaran JPO Rasuna Said Lama

M-Radar News, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan rencana pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) lama di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Langkah ini diambil untuk mengakhiri keberadaan dua JPO berdampingan yang disebut-sebut sebagai “love-hate relationship” karena membingungkan pengguna pejalan kaki.

JPO lama tersebut akan dibongkar dan seluruh akses penyeberangan akan difokuskan pada JPO baru yang terintegrasi dengan stasiun LRT Jabodebek. Keputusan ini diambil setelah Pramono meninjau kondisi di lapangan saat agenda Car Free Day (CFD).

Latar Belakang dan Alasan Pembongkaran

Keberadaan dua JPO berdampingan namun tidak terhubung tersebut merupakan akibat dari ego sektoral dan kurangnya komunikasi antar pemimpin pada masa lalu. JPO lama yang dibangun pada era 1980-1990-an dinilai sudah usang dan tidak ramah bagi penyandang disabilitas karena perbedaan tinggi yang signifikan dengan JPO baru.

Pramono mengungkapkan bahwa opsi menyambungkan kedua jembatan tidak memungkinkan karena perbedaan tinggi dan kondisi JPO lama yang tidak ramah lansia maupun disabilitas. Oleh karena itu, pembongkaran JPO lama diputuskan sebagai solusi terbaik agar fasilitas penyeberangan di kawasan tersebut menjadi lebih efektif dan nyaman.

Fokus pada Akses Ramah Disabilitas dan Integrasi Transportasi

Dengan pembongkaran JPO lama, Pemprov DKI Jakarta akan memusatkan perawatan serta pengembangan fasilitas pendukung, seperti lift, pada JPO baru milik LRT KAI. Hal ini bertujuan untuk menjamin kenyamanan, keamanan, dan kemudahan mobilitas bagi seluruh warga, khususnya penyandang disabilitas.

Proses Pembongkaran dan Jadwal Pelaksanaan

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta menjelaskan bahwa JPO lama merupakan aset resmi Pemprov DKI sehingga pembongkaran harus melewati tahap pencatatan dan pelelangan aset di Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD). Setelah proses lelang selesai, pembongkaran fisik diperkirakan memakan waktu sekitar dua hingga tiga minggu.

Pengerjaan pembongkaran akan dilakukan pada malam hari untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di kawasan Rasuna Said tidak terganggu. Proses ini diharapkan selesai paling lambat pada September atau Oktober 2026.

Signifikansi dan Dampak

Keputusan ini menandai langkah strategis dalam pengelolaan fasilitas umum di Jakarta yang lebih mengedepankan aksesibilitas dan integrasi moda transportasi. Pembongkaran JPO lama diharapkan dapat menghilangkan kebingungan pengguna serta meningkatkan kenyamanan dan keamanan pejalan kaki di kawasan sibuk tersebut.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup