Ridho Rahmadi Mundur dari Ketum Partai Ummat, Amien Rais Beri Dukungan dan Pesan Persiapan Pemilu 2029
M-Radar News, Jakarta – Ridho Rahmadi resmi mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum Partai Ummat pada akhir Agustus 2026. Keputusan ini telah diterima oleh Majelis Syura dalam Musyawarah Majelis Syura ke-8 yang digelar pada 26 Agustus 2026.
Pengunduran diri Ridho disampaikan setelah mempertimbangkan sejumlah faktor, terutama kesulitan dalam membagi waktu antara tugas politiknya di Partai Ummat dan pekerjaan sebagai Direktur Politeknik Artificial Intelligence (AI) di Yogyakarta.
Menurut Sekretaris Majelis Syura Partai Ummat, Ansufri ID Sambo, Ridho selama setahun terakhir harus bolak-balik antara Jakarta dan Yogyakarta untuk menjalankan dua tanggung jawab besar tersebut. Kondisi ini tidak hanya menyita waktu dan tenaga, tetapi juga berdampak negatif pada kesehatan Ridho yang kini sering sakit.
Sambo juga menyampaikan, bahwa keputusan mundur ini telah melalui proses renungan dan konsultasi dengan Ketua Majelis Syura Amien Rais, keluarga, serta Sekretaris Majelis Syura.
Ridho Rahmadi, yang juga dikenal sebagai menantu Amien Rais menyebut, pengunduran dirinya sebagai bagian dari “tour of duty” biasa dalam organisasi modern, di mana tanggung jawab kepemimpinan diteruskan secara estafet agar tim tetap dapat mencapai tujuan bersama.
Meski mundur dari ketua umum, Ridho tetap aktif dalam struktur partai sebagai anggota Majelis Syura sesuai aturan Partai Ummat yang mengatur, bahwa ketua umum merupakan bagian dari Majelis Syura yang ditugaskan dalam kepengurusan.
Amien Rais memberikan dukungan penuh terhadap keputusan Ridho untuk mundur dan menekankan pentingnya persiapan partai menghadapi Pemilu 2029.
Ridho menyampaikan pesan dari Amien kepada kepemimpinan baru, agar mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi kontestasi politik tersebut.
Pengunduran diri Ridho Rahmadi juga diikuti oleh Sekretaris Jenderal Partai Ummat, Taufik Hidayat, yang mundur karena terpilih secara paket dengan Ridho. Untuk mengisi posisi yang kosong,
Majelis Syura menunjuk Ansufri ID Sambo sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum dan Muhammad Sadiq sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal.
Keputusan ini menjadi momentum penting bagi Partai Ummat untuk kembali fokus dan memperkuat soliditas internal setelah beberapa waktu terakhir dinamika internal partai sempat memanas.
Ridho menegaskan, bahwa meski tidak lagi menjabat ketua umum, komitmennya terhadap partai tetap kuat dan akan terus berkontribusi dari posisi anggota Majelis Syura.
Dengan perubahan kepemimpinan ini, Partai Ummat diharapkan dapat menghadapi tantangan politik ke depan dengan persiapan yang lebih matang dan kerja sama yang solid antaranggota partai.
Pesan dari Amien Rais untuk persiapan menghadapi Pemilu 2029 menjadi arahan strategis bagi kepemimpinan baru, agar mampu membawa Partai Ummat meraih hasil optimal dalam pemilihan legislatif mendatang.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











