Dihukum KFA, Pelatih Persija STY Bakal Tinggal di Indonesia 10 Tahun

Dihukum KFA, Pelatih Persija STY Bakal Tinggal di Indonesia 10 Tahun

M-Radar News, Jakarta – Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong memilih tidak mempermasalahkan sanksi larangan beraktivitas di sepak bola Korea Selatan yang dijatuhkan Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA).

Mantan pelatih Timnas Indonesia itu menegaskan  fokus utamanya saat ini adalah mempersiapkan debut bersama Persija Jakarta pada ajang Piala Presiden 2026.

KFA sebelumnya menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas hingga 10 tahun kepada Shin Tae-yong. Keputusan tersebut diambil Komite Keadilan KFA berdasarkan rekomendasi Pusat Etika Olahraga di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan yang pada Mei 2026 menyatakan adanya dugaan pelanggaran berat.

Menanggapi hal itu, Shin Tae-yong menegaskan sanksi tersebut tidak mengganggu komitmennya sebagai pelatih Persija.

“Tidak, tidak ada masalah. Selama 10 tahun tidak ada masalah. Saya seorang pelatih Persija Jakarta, saya sudah mengambil tanggung jawab dan tidak ada masalah,” ujar Shin Tae-yong, Sabtu (25/7/2026).

Pelatih berusia 55 tahun itu juga memastikan akan tetap menjalankan tugasnya di Indonesia.

“Sejujurnya, ada beberapa hal yang membuat saya sedih, dan saya ingin berbicara dengan pemerintah di sana. Tetapi saya seorang pelatih, saya ingin mengambil tanggung jawab. Saya datang ke sini untuk Persija dan saya akan terus berada di sini (Indonesia),” katanya.

Shin Tae-yong juga meluruskan anggapan bahwa sanksi dari KFA membuatnya tidak dapat melatih Persija Jakarta. Menurutnya, keputusan tersebut hanya berlaku dalam lingkup sepak bola Korea Selatan.

“Saya ingin mengambil tanggung jawab, tapi tidak ada masalah. Tidak ada masalah sama sekali untuk menjabat pelatih Persija. Dan itu pun bukan 10 tahun,” tegasnya.

Berdasarkan regulasi KFA, sanksi tersebut mencakup pembekuan keanggotaan, larangan beraktivitas di lingkungan sepak bola Korea Selatan hingga maksimal 10 tahun, bahkan dapat diperberat menjadi sanksi seumur hidup untuk pelanggaran tertentu.

Dengan demikian, keputusan tersebut tidak berdampak pada status Shin Tae-yong sebagai pelatih Persija Jakarta di kompetisi Indonesia.

Di tengah polemik tersebut, fokus Shin Tae-yong kini sepenuhnya tertuju pada laga perdana Persija Jakarta di Grup B Piala Presiden 2026. Macan Kemayoran dijadwalkan menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (26/7/2026), pukul 19.30 WIB.

Shin mengakui persiapan timnya belum berjalan ideal. Meski demikian, ia memastikan seluruh pemain siap bekerja keras demi meraih hasil positif pada laga debutnya bersama Persija.

“Besok kami akan menghadapi Persebaya. Memang persiapan kami belum terlalu sempurna, tetapi kami akan tetap bekerja keras untuk pertandingan besok,” ujarnya.

Laga melawan Persebaya menjadi momen penting bagi Shin Tae-yong untuk memulai kiprahnya bersama Persija Jakarta.

Mantan pelatih Timnas Indonesia itu diharapkan mampu membawa Macan Kemayoran, tampil kompetitif sejak awal turnamen pramusim sekaligus menjawab ekspektasi besar dari para pendukung klub ibu kota.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup