Kendala Administrasi, Olympian Peraih Emas Indonesia Absen di Asian Games 2026

Rizki Juniansyah, lifter angkat besi Indonesia. Foto: dok/nocindonesia.

M-Radar News – Rizki Juniansyah, lifter angkat besi Indonesia, yang meraih medali emas di Olimpiade Paris 2024, dipastikan absen pada nomor kelas 85 kilogram putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Absennya Rizki dikonfirmasi setelah Court of Arbitration for Sport (CAS) menolak permohonan pencabutan penangguhan sementara yang dijatuhkan oleh International Weightlifting Federation (IWF).

Penangguhan sementara tersebut, bukan disebabkan oleh temuan penggunaan zat terlarang atau hasil tes doping positif melainkan terkait with whereabouts failures, yaitu masalah administratif mengenai ketersediaan atau keberadaan atlet untuk menjalani tes doping di luar jadwal kompetisi.

Proses Hukum dan Pernyataan Resmi

Melansir merahputih, Senin (28/9/2029). PABSI, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan Rizki Juniansyah merilis pernyataan bersama yang menegaskan, bahwa penangguhan ini merupakan bagian dari proses hukum yang masih berlangsung dan bukan vonis akhir atas dugaan pelanggaran anti-doping. Mereka juga memastikan, bahwa kasus ini tidak melibatkan zat terlarang apapun.

Dalam pernyataan resmi tersebut, ketiga pihak menyatakan bahwa Rizki membantah tuduhan terkait whereabouts failures dan berkomitmen untuk membela dirinya melalui proses hukum di CAS. Selama kariernya, Rizki tidak pernah mendapatkan hasil tes doping positif, termasuk pada pemeriksaan terakhirnya pada Agustus 2026.

Dukungan Penuh dari PABSI dan KOI

PABSI dan KOI menyatakan dukungan penuh kepada Rizki dalam menghadapi proses hukum di CAS. Mereka juga sepakat untuk tidak memberikan komentar lebih lanjut kepada publik selama proses persidangan masih berlangsung, menghormati keputusan CAS dan proses anti-doping yang sedang berjalan.

Absennya Rizki pada Asian Games 2026 menjadi pukulan bagi tim angkat besi Indonesia yang mengandalkan prestasi atlet tersebut. Meski demikian, PABSI mencatat prestasi Rizki yang telah menjadi salah satu lifter terbaik Indonesia dengan rekam jejak bersih dari pelanggaran doping.

Kasus ini menyoroti pentingnya kepatuhan administratif dalam pelaksanaan tes doping sebagai bagian dari upaya menjaga sportivitas dan integritas olahraga di tingkat internasional.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup