Red Bull dan McLaren Kesulitan Kejar Kecepatan Lawan di Kualifikasi Silverstone
M-Radar News, Tim Red Bull dan McLaren gagal menandingi kecepatan barisan depan pada kualifikasi Silverstone, Sabtu (8/7/2025). Kedua tim kesulitan menemukan keseimbangan mobil sehingga tertinggal dari para pesaing utama.
Lando Norris dari McLaren sempat tampil apik di sesi Sprint dengan mengamankan posisi finis ketiga. Namun, pada sesi kualifikasi, kelemahan paket mobil mereka terlihat jelas. Norris hanya mampu menempati posisi keenam pada catatan waktu, sementara rekan setimnya, Oscar Piastri, berada di urutan kedelapan.
Piastri terus mengeluhkan kurangnya daya cengkeram pada ban belakang. “Kami kehilangan traksi di tikungan cepat, itu membuat kami tidak kompetitif,” ujarnya dalam wawancara resmi.
Menanggapi hal tersebut, Norris meminta tim untuk bersikap realistis. “Kecepatan maksimal mobil kami tertinggal jauh dari para penantang utama. Kami harus mengakui itu dan bekerja lebih keras,” kata Norris.
Sementara itu, nasib yang kurang lebih serupa dialami tim Red Bull. Max Verstappen hanya mampu finis di posisi keenam pada sesi Sprint. Verstappen bahkan harus puas memulai balapan dari urutan ketujuh setelah kualifikasi. Ia sangat mengeluhkan kurangnya kecepatan mobil di lintasan lurus.
“Kami kehilangan banyak waktu di sektor lurus. Ini masalah yang harus segera diatasi,” ujar Verstappen.
Beruntung, Isack Hadjar tampil sebagai penyelamat tim Red Bull. Hadjar sukses merebut posisi start kelima pada kualifikasi sore. Prestasinya menjadi sedikit hiburan di tengah performa tim yang menurun.
Bos Red Bull, Laurent Mekies, mengakui tim mengalami kemunduran. “Kami kini hanya beroperasi sebagai tim terbaik ketiga. Ini bukan posisi yang kami inginkan, tapi kami harus menerima kenyataan dan bangkit,” kata Mekies.
Terkait strategi balapan, Pirelli memprediksi satu kali pit stop sebagai strategi tercepat. Strategi ini diklaim 13 detik lebih cepat secara simulasi dibandingkan opsi lainnya. Direktur Pirelli, Dario Marrafuschi, menyarankan penggunaan ban kompon Medium sebagai ban awal.
“Sebagian besar tim menggunakan opsi ini saat balapan Sprint. Kombinasi awal ban C2 menuju Hard menjadi opsi tercepat untuk balapan utama,” ujar Marrafuschi.
Balapan utama di Inggris dijanjikan sarat akan kejutan taktis. Tim-tim harus cermat memilih strategi untuk meraih hasil maksimal. Red Bull dan McLaren berharap dapat memperbaiki performa dan bersaing di barisan depan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.








