DLH Bangka Binai 9 Sekolah Calon Adiwiyata, Soroti Kompos hingga Penghijauan
M-Radar News, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka melakukan pembinaan langsung ke 9 sekolah calon Adiwiyata tingkat SD dan SMP pada Kamis, 16 Juli 2026. Pembinaan ini menyoroti pemenuhan fasilitas dan program lingkungan seperti tempat pembuatan kompos, bank sampah, tempat sampah 3 warna, dan penghijauan. Langkah ini penting untuk menanamkan budaya peduli lingkungan sejak dini.
Kepala DLH Kabupaten Bangka, Boy Yandra, mengatakan kunjungan dilakukan untuk memastikan sekolah memenuhi item penilaian Adiwiyata. “Kita lihat sudah standar memenuhi item-item yang sudah ditentukan. Yang pastinya ada tempat kompos, tempat sampah ada merah, hijau, kuning, itu nilainya tinggi karena bagaimana kita sudah memberikan pendidikan pengolahan sampah kepada anak-anak kita,” ujar Boy Yandra.
Sembilan sekolah yang dibina DLH Bangka yaitu SMPIT Yabunaya, SDN 9 Pemali, SDN 10 Sungailiat, SDN 11 Pemali, SDN 7 Pemali, SMPN 3 Sungailiat, SDN 24 Sungailiat, SDN 15 Pemali, dan SDN 1 Pemali. Salah satu sekolah yang disorot adalah SDN 24 Sungailiat.
Sejak 2024, sekolah ini mendapatkan pinjam pakai kawasan konservasi mangrove. Kepala SDN 24 Sungailiat, Erwati, mengatakan penanaman mangrove dilakukan untuk mengedukasi siswa agar peduli terhadap lingkungan pesisir. “Karena sekolah kami di wilayah pesisir jadi anak-anak kami banyak dari pesisir. Penanaman mangrove ini yang pas karena selama ini pantai-pantai kita masih banyak yang abrasi,” ujar Erwati.
Di lingkungan sekolah, SDN 24 Sungailiat juga rutin memilah sampah organik dan anorganik serta membuat pupuk kompos setiap hari Jumat. Boy Yandra berharap ke-9 sekolah tersebut berhasil ditetapkan menjadi sekolah Adiwiyata tingkat provinsi maupun nasional. DLH Bangka menargetkan pembinaan berkelanjutan agar budaya peduli lingkungan hidup tertanam sejak dini di sekolah.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












