JOSS Buleleng Diluncurkan, Platform Digital Percepat Penanganan Anak Tidak Sekolah
M-Radar News, Buleleng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) resmi meluncurkan JOSS Buleleng (Jaringan Operasional Sekolah Kesetaraan), Kamis (10/9/2026).
Platform layanan digital tersebut menjadi sistem pendukung untuk mempercepat penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendidikan kesetaraan di Kabupaten Buleleng.
Peluncuran dan sosialisasi JOSS Buleleng, berlangsung secara luring di Aula Disdikpora Kabupaten Buleleng, dan diikuti secara daring oleh perangkat daerah, pemerintah desa, serta satuan pendidikan kesetaraan se-Kabupaten Buleleng.
Kepala Disdikpora Kabupaten Buleleng, IB Gede Surya Bharata mengatakan, JOSS Buleleng merupakan proyek perubahan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan teknis dalam implementasi kebijakan pencegahan dan penanganan ATS.
“JOSS Buleleng merupakan akronim dari Jaringan Operasional Sekolah Kesetaraan. Platform ini kami hadirkan sebagai salah satu support system untuk melakukan penanganan anak tidak sekolah di Kabupaten Buleleng secara lebih intensif, terintegrasi, dan berbasis teknologi,” ujar Surya Bharata.
Menurutnya, JOSS Buleleng tidak hanya berfungsi sebagai aplikasi pendataan ATS. Platform tersebut juga menjadi media informasi bagi masyarakat mengenai keberlanjutan pendidikan bagi anak yang putus sekolah maupun belum menuntaskan wajib belajar 13 tahun.
Melalui platform itu, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai layanan pendidikan kesetaraan mulai dari Paket A, Paket B hingga Paket C.
Pemerintah desa dan tokoh masyarakat juga dapat mengetahui warga di wilayahnya yang belum menyelesaikan pendidikan dasar maupun menengah untuk kemudian diarahkan mengikuti pendidikan kesetaraan.
“Melalui JOSS Buleleng, masyarakat dan pemerintah desa dapat mengetahui siapa saja warga yang belum menuntaskan sekolahnya dan langsung mendapatkan akses layanan pendidikan kesetaraan sesuai jenjang dan usianya,” kata Surya Bharata.
Saat ini, sebanyak 14 satuan pendidikan kesetaraan di Kabupaten Buleleng telah terintegrasi dalam sistem JOSS Buleleng. Platform tersebut memuat informasi mengenai lembaga penyelenggara, data peserta didik aktif Paket A, Paket B dan Paket C, kurikulum pembelajaran, hingga mekanisme pendaftaran secara daring.
Surya Bharata menjelaskan, kehadiran JOSS Buleleng dilatarbelakangi masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam pendidikan kesetaraan. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah kesenjangan informasi mengenai layanan pendidikan yang tersedia.
“Layanan ini hadir untuk memberikan akses informasi yang cepat, transparan, dan terpadu kepada seluruh masyarakat. Hambatan informasi yang selama ini menyebabkan masyarakat kesulitan mengakses pendidikan kesetaraan kita potong melalui JOSS Buleleng,” tegasnya.
Data yang tersedia dalam platform tersebut akan diperbarui secara berkala. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai sebaran satuan pendidikan kesetaraan, layanan yang tersedia, hingga proses pendaftaran.
Disdikpora Kabupaten Buleleng juga akan memperkuat sosialisasi JOSS Buleleng bersama Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik, pemerintah desa, serta lembaga terkait lainnya.
“Kami berharap seluruh stakeholder terus berkolaborasi sehingga masyarakat yang belum menuntaskan pendidikan dapat segera terlayani melalui pendidikan kesetaraan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Surya Bharata turut memperkenalkan SPAT SIKU (Sistem Penanganan Anak Tidak Sekolah Secara Inklusif Menuju Buleleng Bebas ATS). Sistem tersebut mengintegrasikan enam sistem layanan, termasuk JOSS Buleleng.
Berdasarkan data Disdikpora Kabupaten Buleleng, jumlah ATS saat ini mencapai sekitar 8.077 anak. Data tersebut selanjutnya akan diidentifikasi dan diverifikasi berdasarkan kondisi riil di lapangan agar setiap anak mendapatkan penanganan dan layanan pendidikan sesuai kebutuhannya.
Penanganan ATS diharapkan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh sehingga dapat mendorong peningkatan angka partisipasi sekolah, rata-rata lama sekolah, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Buleleng.
Peluncuran JOSS Buleleng sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Buleleng dalam membangun layanan pendidikan yang inklusif, merata dan transparan berbasis teknologi, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan Buleleng bebas Anak Tidak Sekolah.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












