Sejak 2011 hingga 2025, Beasiswa Banyuwangi Bantu 3.920 Mahasiswa, Tahun Ini 613 Peserta Ikuti Seleksi

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Foto: dok/ist.

M-Radar News, Banyuwangi – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, dalam memperluas akses pendidikan tinggi terus berlanjut. Sejak 2011 hingga 2025, sebanyak 3.920 mahasiswa telah menerima beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Pada 2026, program tersebut kembali digulirkan melalui Beasiswa Banyuwangi Progresif. Tahun ini, tercatat 613 putra-putri Banyuwangi mendaftarkan diri untuk mendapatkan bantuan pendidikan tersebut.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengatakan, program beasiswa merupakan bagian dari investasi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Pendidikan menjadi salah satu perhatian kami. Kami ingin anak-anak Banyuwangi memiliki kesempatan untuk bisa meraih pendidikan setinggi mungkin. Karena itu, program beasiswa terus kami lanjutkan dan kembangkan sesuai dengan kebutuhan,” kata Ipuk, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, beasiswa tidak sebatas membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan biaya pendidikan. Program tersebut juga menjadi sarana untuk membuka kesempatan bagi generasi muda dalam meningkatkan kemampuan dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Beragam Skema dan Prioritas Sektor Pembangunan

​Beasiswa Banyuwangi Progresif 2026 menawarkan beberapa skema jalur, di antaranya:

• Jalur Afirmasi: Khusus bagi mahasiswa baru yang memasuki jenjang perkuliahan.

​• Beasiswa Berlanjut: Ditujukan bagi mahasiswa yang tengah menempuh studi aktif.

​• Beasiswa Spesialis: Khusus bagi para dokter yang melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis.

​Fokus utama program ini menyasar sektor-sektor krusial pembangunan daerah, terutama kesehatan. Program studi yang diprioritaskan meliputi Keperawatan, Kebidanan, Gizi, Sanitasi/Kesehatan Lingkungan, Psikologi, Apoteker/Farmasi, serta Kedokteran Umum.

​Selain itu, pemkab membuka kesempatan bagi dokter umum maupun gigi untuk menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Sejumlah bidang spesialis prioritas mencakup:

• ​Jantung dan Pembuluh Darah

​• Saraf (Neurologi)

​• THT-KL

​• Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi

​• Orthopedi dan Traumatologi

• ​Kedokteran Jiwa

​• Urologi

​• Penyakit Dalam

​• Mata

​”Kami juga meminta para penerima beasiswa, khususnya di sektor kesehatan, untuk nantinya mengabdi di Banyuwangi. Harapannya, mereka bisa ikut memperkuat ketersediaan tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis, di Banyuwangi secara berkelanjutan,” tegas Ipuk.

​Di luar sektor kesehatan, beasiswa ini juga mencakup bidang Pendidikan, Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Teknik dan Infrastruktur, Ekonomi Kreatif dan Pariwisata, Ilmu Sosial, Hukum, hingga Perikanan.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian mengatakan, dari 613 pendaftar Beasiswa Banyuwangi Progresif 2026, sebanyak 124 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Mereka selanjutnya mengikuti tahapan tes psikologi dan wawancara. Hasil akhir sekaligus penetapan penerima beasiswa dijadwalkan diumumkan pada akhir September 2026.

“Penetapan penerima beasiswa sekaligus pengumuman hasil akhir seleksi dijadwalkan pada akhir September 2026,” kata Alfian.

Ia menjelaskan, penerima beasiswa akan mendapatkan dukungan sejak dinyatakan lolos seleksi hingga menyelesaikan pendidikan. Untuk mahasiswa Kedokteran, bantuan diberikan hingga semester 12, sedangkan program studi lainnya hingga semester 8.

“Beasiswa yang diberikan mencakup biaya pendidikan, biaya hidup, buku dan bahan ajar, riset atau penelitian, serta praktik,” pungkas Alfian.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup