Fenomena Fatherless Jadi Tantangan Pengasuhan di Indonesia

Fenomena Fatherless Jadi Tantangan Pengasuhan di Indonesia

M-Radar News, Malang – Fenomena fatherless atau minimnya kehadiran ayah dalam kehidupan anak masih menjadi tantangan dalam pengasuhan di Indonesia. Kondisi ini menjadi salah satu perhatian Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menyebut sekitar 25,3 persen anak di Indonesia mengalami fenomena fatherless. Kondisi tersebut tidak selalu berarti anak kehilangan sosok ayah, tetapi juga mencakup minimnya keterlibatan ayah dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Kurangnya kehadiran ayah dalam pengasuhan dinilai dapat memengaruhi perkembangan emosional, sosial, hingga pembentukan karakter anak. Karena itu, peran ayah tidak hanya dibutuhkan sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendamping yang aktif dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai upaya mengatasi persoalan tersebut, Kemendukbangga meluncurkan berbagai program, di antaranya Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah dan Gerakan Ayah Mengambil Rapor. Kedua program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas interaksi antara ayah dan anak.

Melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia, Kemendukbangga mengajak para ayah untuk hadir dalam momen-momen penting kehidupan anak. Kehadiran tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan keluarga yang lebih harmonis sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal menuju Indonesia Emas 2045.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup