PCNU Aceh Barat Gelar Beut NU Warong Kopi Edisi ke-14, Perkuat Silaturahmi dan Ukhuwah

PCNU Aceh Barat Gelar Beut NU Warong Kopi Edisi ke-14, Perkuat Silaturahmi dan Ukhuwah

M-Radar News, Meulaboh – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Aceh Barat kembali menggelar Beut NU Warong Kopi edisi ke-14 di Warung Mie Bokom milik Rahmad Maulizar, Pasar Aceh, Gampong Pasar Aceh, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Minggu (19/7/2026). Kegiatan rutin ini menghadirkan Wakil Ketua PWNU Aceh, Tgk. H. Akmal, S.HI., M.HI., sebagai pemateri dengan tema “Menyuburkan Sadaqah dan Memperkuat Jamiyah”.

Ketua PCNU Aceh Barat, Khairul Azhar, mengatakan bahwa Beut NU Warong Kopi telah berjalan hampir dua tahun dan terus dilaksanakan di berbagai kecamatan. Program ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat ukhuwah di kalangan warga Nahdliyin.

“Melalui kegiatan ini kita ingin menguatkan hubungan jamiyah sesama warga Nahdliyin, sekaligus membangun dan mempererat relasi lintas organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan di Aceh Barat,” ujar Khairul Azhar.

Kajian tersebut dihadiri warga Nahdliyin dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga kaum ibu yang mengikuti tausiah dengan antusias. Panitia pelaksana menyebutkan bahwa sambutan terhadap kegiatan ini semakin luas, tidak hanya dari orang tua dan pemuda, tetapi juga kaum ibu.

Sementara itu, Rahmad Maulizar selaku tuan rumah sekaligus tokoh sosial menilai bahwa kepengurusan NU Aceh Barat saat ini diisi oleh kader-kader yang aktif dan memiliki kapasitas untuk melahirkan program bermanfaat bagi masyarakat. Ia optimistis, dengan figur-figur yang ada, NU Aceh Barat akan semakin bermakna dan terus bersinar dalam membimbing umat melalui dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial.

Dalam tausiahnya, Tgk. H. Akmal, S.HI., M.HI., menyampaikan bahwa masyarakat Aceh saat ini menghadapi berbagai persoalan multidimensi. Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah dekadensi moral yang dipengaruhi oleh pemanfaatan era digital yang belum bijak oleh sebagian pengguna media digital.

Ia mengajak warga NU untuk terus merawat tradisi keagamaan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang telah tumbuh di tengah masyarakat serta aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan keagamaan agar nilai-nilai Aswaja tetap terpelihara dan menjadi perekat umat.

Di kesempatan terpisah, Ketua PWNU Aceh, H. Faisal, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Beut NU Warong Kopi yang dinilai sebagai inovasi dakwah yang mampu mendekatkan ulama dengan masyarakat melalui ruang-ruang yang lebih terbuka. Menurutnya, kajian keagamaan seperti ini tidak hanya meningkatkan ukhuwah Islamiyah dan silaturahmi, tetapi juga memperkuat semangat berbagi, pengabdian sosial, serta kerja sama antara pengurus NU dengan berbagai organisasi kemasyarakatan.

Ia juga mendorong agar program-program sosial NU, seperti Coin NU, terus dikembangkan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat melalui kegiatan sosial, kesehatan, dan pelayanan kemanusiaan, sehingga keberadaan NU semakin dirasakan manfaatnya oleh umat.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup