DPC PKB Sidoarjo Silaturahmi ke PCNU, Mohon Doa Restu dan Targetkan Raih Kursi Terbanyak Libatkan Gen Z
M-Radar News, Sidoarjo – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sidoarjo, melakukan silaturahmi ke Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu (29/7/2026).
Kunjungan tersebut menjadi langkah awal kepengurusan PKB periode 2026–2031 untuk mempererat hubungan dengan keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU).
Ketua DPC PKB Sidoarjo, H. Rizza Ali Faizin, M.Pd.I., mengatakan, silaturahmi ini merupakan bentuk penghormatan kepada para kiai sekaligus memohon doa restu agar kepengurusan baru dapat menjalankan amanah dengan baik.
“PKB merupakan satu-satunya partai politik yang dilahirkan oleh Nahdlatul Ulama. Karena itu, sudah sepatutnya kami bersilaturahmi kepada para kiai untuk memohon doa restu,” ujarnya usai pertemuan di Kantor PCNU Sidoarjo.
Rizza berharap, kepengurusan PKB periode 2026–2031 mampu membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya warga Nahdliyin di Kabupaten Sidoarjo.
“Kami mohon doa restu para kiai agar kepemimpinan kami penuh keberkahan dan dapat memberikan manfaat, khususnya bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, DPC PKB juga membuka ruang bagi PCNU untuk menyampaikan berbagai aspirasi. Menurutnya, setiap masukan dari para ulama dan pengurus NU akan menjadi perhatian serius bagi PKB.
“Ketika aspirasi datang dari orang tua, maka PKB tidak memiliki pilihan selain siap menjalankannya. Kami memandangnya sebagai tugas seorang anak kepada orang tua,” tegasnya.
Ia menilai, sinergi yang terus terjalin antara NU dan PKB akan menjadi modal penting dalam menghadapi kontestasi politik mendatang. PKB pun optimistis dapat meningkatkan perolehan suara dan jumlah kursi pada Pemilu 2029.
“Insyaallah ke depan suara PKB meningkat, kursi bertambah, dan kami berharap calon yang diusung PKB dapat dipercaya masyarakat untuk memimpin Kabupaten Sidoarjo,” ucapnya.
Rizza juga menjelaskan, bahwa hubungan PKB dan PCNU di Sidoarjo memiliki keunikan tersendiri. Kantor DPC PKB dan PCNU berada dalam satu kawasan sehingga koordinasi dan komunikasi dapat berlangsung lebih intensif.
“Memang terkadang ada perbedaan aktivitas karena rutinitas di fraksi, tetapi komunikasi dan koordinasi dengan PCNU tetap berjalan dengan baik,” jelasnya.
Untuk memperkuat basis dukungan, DPC PKB Sidoarjo mengusung tagline ‘Mempertahankan Basis dan Merebut Pasar’. Basis utama tetap berasal dari keluarga besar NU, sementara perluasan dukungan diarahkan kepada generasi muda, khususnya kalangan Gen Z dan milenial.
“Komposisi demografi di Sidoarjo didominasi generasi muda. Karena itu, kami mulai melibatkan lebih banyak anak muda untuk berproses dan berkontribusi di PKB,” katanya.
Menurut Rizza, keterlibatan generasi muda tidak hanya sebatas sebagai kader, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan organisasi. Sejumlah pengurus muda bahkan telah memiliki pengalaman berwirausaha dan kemandirian ekonomi.
“Anak-anak muda hari ini memiliki potensi besar. Mereka tidak hanya kreatif, tetapi juga sudah banyak yang mandiri secara ekonomi. Ini menjadi salah satu kekuatan PKB ke depan,” ujarnya.
Dengan dukungan para kiai serta keterlibatan kader muda, DPC PKB Sidoarjo optimistis mampu meningkatkan perolehan kursi di DPRD Kabupaten Sidoarjo pada Pemilu 2029.
“Kami siap menghadapi Pemilu 2029. Selain memperkuat basis, kami juga akan mendorong lahirnya lebih banyak kader, termasuk pengusaha muda NU, untuk bergabung dan berjuang bersama PKB,” pungkasnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












