Sekolah Negeri Minim Siswa saat SPMB, DPRD Ponorogo Beri Perhatian Khusus
M-Radar News, Ponorogo – Minimnya siswa pada sistem penerimaan murid baru (SPMB) 2026 di Ponorogo mendapat perhatian khusus dari kalangan dewan. Empat SD Negeri tahun ini tidak mendapat siswa baru, terdiri dari SDN Nailan, SDN Setono, SDN 03 Pomahan, serta SDN 04 Tempuran.
Ketua Komisi D DPRD Ponorogo, Riyanto, mengungkapkan bahwa fenomena minimnya siswa saat SPMB terjadi hampir setiap tahun. Kondisi itu terjadi rata-rata di sekolah pinggiran.
Menindaklanjuti hal itu, pihaknya akan memanggil Dinas Pendidikan (Dindik) untuk melakukan rapat dengar pendapat dan evaluasi bersama. Tak hanya itu, Riyanto juga meminta setiap sekolah memiliki inovasi unggulan, sehingga menjadi daya tarik tersendiri untuk menggaet calon siswa saat tahun ajaran baru.
“Sudah berkali-kali kita sampaikan, sekarang itu memang berlomba-lomba mencari prestasi. Bukan hanya pamer sekolahannya saja, tapi prestasi yang dikejar, termasuk ada tambahan jam pelajaran seperti ekstrakurikuler mungkin ada tambahan keagamaan agar menjadi sekolah yang bagus, sehingga ada kepercayaan wali murid saat menitipkan anaknya kesitu,” ujarnya, kemarin.
Riyanto menduga, minimnya siswa di sejumlah SD wilayah Bumi Reog itu terjadi karena sejumlah faktor. Di antaranya suksesnya program keluarga berencana (KB) hingga banyaknya pilihan sekolah swasta yang membuat wali murid bingung.
“Termasuk ada sekolah swasta sambil mondok dan lain-lain yang menyampaikan program terkait keagamaan. Jadi di masing-masing wilayah hampir itu permasalahannya, jadi di SD swasta itu rata-rata malah membeludak,” terangnya.
Ia berharap ke depan, tak ada lagi sekolah negeri di Ponorogo yang kekurangan siswa. Termasuk tidak ada permasalahan terkait SPMB yang dikeluhkan wali murid.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











