Ditawar Rp1 Miliar, Pemilik Anak Sapi Bermata Tiga di Magetan Pilih Rawat Sendiri
M-Radar News, Magetan – Parmin (57), peternak asal Desa Setren, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, memilih merawat sendiri anak sapi bermata tiga yang baru lahir, meski ada tawaran pembelian hingga Rp1 miliar. Keputusan ini diambil karena ia menganggap pedet tersebut istimewa dan tidak bisa dinilai dengan uang.
Sejak kabar kelahiran pedet bermata tiga menyebar, rumah Parmin tak pernah sepi dari warga yang penasaran ingin melihat langsung kondisi anak sapi tersebut. Tak hanya itu, sejumlah orang juga menyampaikan keinginan untuk membeli dengan harga sangat tinggi.
“Ya, seumpama ada yang menawar sampai Rp1 miliar, tapi tetap saya ingin pelihara sendiri,” ujar Parmin.
Bagi Parmin, pedet dengan kelainan bawaan itu memiliki nilai yang tidak bisa diukur dengan uang. Selama puluhan tahun menjadi peternak, ia mengaku baru kali ini mendapati sapi lahir dengan kondisi yang sangat langka.
“Saya sudah sekitar 50 tahun memelihara sapi. Baru pertama kali mendapatkan pedet seperti ini. Menurut saya ini istimewa, jadi tidak ada niat untuk menjualnya,” katanya.
Anak sapi tersebut lahir dengan tiga mata, dua mulut, dua hidung, serta empat lubang hidung yang disebut masih berfungsi normal. Parmin mengatakan kondisi itu membuat banyak orang penasaran hingga rela datang dari berbagai daerah untuk menyaksikannya secara langsung.
Meski memiliki kelainan fisik, pedet itu mampu menyusu kepada induknya. Parmin menjelaskan proses menyusu berjalan normal meski anak sapi tersebut memiliki dua mulut dan dua lidah.
“Menyusunya normal, bergantian. Lidahnya juga dua, jadi tetap bisa menyusu seperti biasa,” ujarnya.
Parmin juga menceritakan proses kelahiran pedet berlangsung dengan bantuan dirinya. Bagian tubuh belakang keluar lebih dulu, sedangkan bagian kepala sempat menyulitkan karena bentuknya yang tidak biasa.
Kini, fokus Parmin bukan memikirkan nilai jual, melainkan merawat pedet tersebut agar tumbuh sehat. Ia berharap anak sapi itu dapat bertahan hidup dan terus berkembang meski memiliki kelainan bawaan yang tergolong langka.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












