Musim Kemarau Picu Lonjakan Kebakaran Lahan di Magetan
M-Radar News, Magetan – Kebakaran lahan menjadi kasus dominan yang ditangani Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Magetan selama musim kemarau tahun ini. Hingga pertengahan Juli 2026, petugas telah menangani 49 peristiwa kebakaran, dengan lebih dari separuhnya terjadi di lahan terbuka.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP Magetan, Ali Sukamto, menyebut terdapat 29 kejadian kebakaran lahan yang sebagian besar terjadi di areal perkebunan tebu. Angka tersebut sudah mendekati total kebakaran lahan sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 60 kasus.
Menurut Ali, tren peningkatan mulai terlihat sejak Juni seiring masuknya musim kemarau dan dimulainya masa panen tebu. Sebelumnya, pada awal tahun, laporan yang masuk lebih banyak berupa kebakaran rumah tinggal akibat kelalaian saat memasak.
“Memasuki musim kemarau, kejadian kebakaran lahan dan semak memang meningkat. Paling banyak terjadi di lahan tebu karena bertepatan dengan musim panen,” katanya, Selasa (21/7/2026).
Selain areal tebu, petugas juga beberapa kali diterjunkan untuk memadamkan api di kawasan semak belukar, rumpun bambu, hingga tumpukan sampah. Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, kebakaran umumnya dipicu aktivitas pembakaran sampah yang tidak diawasi maupun penggunaan api secara sembarangan.
Damkar juga menemukan indikasi adanya lahan tebu yang sengaja dibakar sebelum dipanen. Praktik tersebut dinilai masih dilakukan oleh sebagian pihak meski berpotensi merugikan petani.
“Masih ada dugaan pembakaran yang dilakukan dengan sengaja supaya proses panen lebih mudah. Padahal cara seperti itu justru menurunkan kualitas tebu karena kadar airnya berkurang, sehingga bobot dan nilai jualnya ikut turun,” jelas Ali.
Dalam sejumlah kejadian, area yang terbakar diperkirakan mencapai beberapa hektare. Bahkan, ada insiden yang melalap lahan hingga belasan hektare. Meski demikian, Damkar tidak melakukan pengukuran pasti terhadap luas wilayah yang terdampak.
Menghadapi potensi kebakaran yang masih tinggi, Damkar Satpol PP Magetan mengerahkan 25 personel yang didukung delapan unit armada, terdiri atas lima kendaraan rescue dan tiga mobil tangki air. Ali memperkirakan ancaman kebakaran masih akan berlangsung selama musim kemarau belum berakhir.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat menggunakan api di area terbuka maupun di lingkungan rumah.
“Kami mengimbau masyarakat tidak membakar sampah sembarangan dan lebih berhati-hati saat menggunakan api. Khusus petani, kami berharap lebih sering mengawasi lahannya agar tidak terjadi pembakaran yang bisa memicu kebakaran lebih luas,” pungkasnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.










