Dongeng ‘I Ubuh’ Angkat Nilai Moral di Lomba Mesatua PKB
M-Radar News, Denpasar – Kontingen Kota Denpasar membawakan dongeng tradisional Bali berjudul I Ubuh pada Lomba Mesatua dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Taman Budaya Bali, Minggu, 5 Juli 2026. Dongeng tersebut mengangkat nilai kerja keras, ketekunan, serta menghormati nasihat orang tua.
Pembina Tim Mesatua Kota Denpasar, I Wayan Gede Sukawidana, mengatakan I Ubuh merupakan dongeng rakyat yang diwariskan secara turun-temurun. Cerita itu mengisahkan seorang anak yatim piatu yang hidup bersama kakeknya, rajin membantu bekerja dan belajar sastra Bali hingga akhirnya menjadi raja.
“Cerita ini memang berasal dari dongeng zaman dahulu. Ini menceritakan seorang anak yatim piatu yang hidup bersama kakeknya, rajin membantu bekerja, rajin belajar sastra Bali, hingga akhirnya menjadi raja karena kebijaksanaan dan ketekunannya,” kata Sukawidana kepada RRI.CO.ID.
Cerita tersebut juga mengajarkan pentingnya mengendalikan amarah dan memegang nasihat orang tua. Dalam lomba ini, peserta hanya mengandalkan kemampuan bercerita tanpa alat peraga maupun musik.
“Karena ini konteksnya Lomba Mesatua, jadi alat peraga tidak diperkenankan. Musik juga tidak. Hanya menampilkan kemampuan mereka bagaimana caranya bercerita supaya bisa membawa audiens,” ujarnya.
Persiapan kontingen Denpasar dilakukan selama sekitar tiga bulan. Kendala utama yang dihadapi adalah sulit mencari peserta dan menyesuaikan jadwal latihan.
“Pertama tantangannya adalah kesusahan mencari peserta memang, karena saat ini memang jarang sekali orang mau mendongeng, apalagi anak-anak itu tidak jarang didongengi. Tantangan kedua adalah untuk waktu latihan, karena ya maklum saja semua ada urusan pekerjaan dan sebagainya. Tapi kami usahakan dalam dua sampai tiga bulan ini untuk bisa meluangkan waktu untuk latihan,” katanya.
Sukawidana berharap Lomba Mesatua di Pesta Kesenian Bali semakin diminati masyarakat. Menurutnya, tujuan utama kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan, tetapi juga membiasakan kembali para orang tua, khususnya bapak-bapak, untuk mesatua kepada anak-anak agar tradisi lisan Bali tetap lestari.
“Harapan saya, lomba ini terus gaungnya lebih melebar lagi sehingga lebih banyak yang ikut nantinya. Tujuan awal Lomba Mesatua di PKB ini adalah membiasakan bapak-bapak kembali melakukan kegiatan mesatua kepada anak-anak,” tutupnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











