Ribuan Warga Padati Tradisi Yaqowiyu di Klaten, 65 Ribu Apem Dibagikan

Ribuan warga dari berbagai daerah memadati kawasan Oro-oro Sendang Klampeyan, kompleks Makam Ki Ageng Gribig, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jumat (31/7/2026). Foto: dok/kmf.

M-Radar News, Klaten – Ribuan warga dari berbagai daerah memadati kawasan Oro-oro Sendang Klampeyan, kompleks Makam Ki Ageng Gribig, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jumat (31/7/2026). Meski di bawah terik matahari, mereka tetap antusias menantikan prosesi sebaran apem yang menjadi puncak Tradisi Yaqowiyu.

Prosesi diawali usai salat Jumat di Masjid Gedhe Jatinom. Dua gunungan berisi ribuan kue apem kemudian diarak menuju Siti Hinggil, Oro-oro Sendang Klampeyan, untuk didoakan sebelum dibagikan kepada masyarakat.

Setelah doa bersama selesai, ribuan apem langsung disebarkan kepada warga yang telah memadati lokasi. Penyebaran tidak hanya dilakukan dari area utama, tetapi juga dari dua menara yang berada di tengah lapangan agar masyarakat dapat menjangkau apem dari berbagai sisi.

Tahun ini, sekitar 65.000 keping apem berhasil terkumpul dari sumbangan masyarakat. Tradisi tersebut telah menjadi bagian dari budaya yang terus dilestarikan secara turun-temurun.

Ketua Dewan Pembina Pengelola Pelestari Peninggalan Kiai Ageng Gribig (P3KAG) Muhammad Daryanto mengatakan, Tradisi Yaqowiyu merupakan warisan budaya sekaligus sarana syiar Islam yang diwariskan Ki Ageng Gribig sejak lebih dari 400 tahun lalu.

Tradisi tersebut rutin digelar setiap Bulan Sapar dalam penanggalan Jawa dengan puncak acara berupa sebaran apem setelah salat Jumat. “Tradisi ini bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi juga warisan dakwah yang diajarkan Ki Ageng Gribig,” kata Daryanto.

Perayaan Tradisi Yaqowiyu tahun ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, jajaran Forkopimda Klaten, serta perwakilan Keraton Kasunanan Surakarta.

Bupati Hamenang mengatakan, penyelenggaraan Tradisi Yaqowiyu tahun ini memiliki makna tersendiri karena berlangsung setelah peringatan Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten pada 28 Juli 2026.

Menurutnya, masyarakat perlu memaknai Tradisi Yaqowiyu bukan hanya sebagai agenda budaya, melainkan juga sebagai momentum untuk meneladani nilai-nilai yang diajarkan Ki Ageng Gribig.

“Semoga Tradisi Yaqowiyu terus menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan ajaran luhur yang diwariskan Ki Ageng Gribig kepada masyarakat,” ujar Hamenang.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup