Trilogi Animasi Manfaatkan Instagram untuk Pajang Portofolio Digital
M-Radar News, Denpasar – Trilogi Animasi, sebuah studio animasi asal Denpasar, memanfaatkan platform media sosial Instagram sebagai media utama untuk membangun citra merek dan memajangkan portofolio digital hasil karya studio kepada publik luas. Langkah ini diambil karena ceruk pasar industri animasi di dalam negeri masih terbatas.
Pemilik Trilogi Animasi, I Gede Adhi Prianatha, menjelaskan bahwa strategi pemasaran organik ini dikombinasikan dengan kekuatan jaringan portofolio personal masing-masing anggota tim, yang sudah terbangun kuat di berbagai platform pencari kerja lepas internasional.
“Kalau secara proyek kami masing-masing personil sudah ada pegangan klien dari awal, jadi itu yang kami bawa masuk ke studio untuk mendapatkan penghasilan operasional studio,” ungkapnya dalam perbincangan acara Teras UMKM di Pro 4 RRI Denpasar, Jumat, 3 Juli 2026.
Gede Adhi menyadari bahwa ceruk pasar industri animasi di dalam negeri masih sangat terbatas dan belum terbentuk secara matang. Oleh karena itu, portofolio individu dari tiga personel inti bertindak sebagai keran utama masuknya pesanan proyek digital yang mampu menghidupi operasional harian studio.
Menurutnya, pergerakan bisnis studio mereka sangat bertumpu pada rekam jejak pekerjaan yang dibawa oleh para personil sejak awal bergabung. Pendapatan dari pengerjaan berbagai proyek komersial luar tersebut kemudian dialokasikan kembali oleh pihak manajemen untuk membiayai dan mengembangkan produk digital mandiri.
Salah satu produk jangka panjang yang saat ini sedang dicoba untuk terus diperbarui secara konsisten adalah saluran berbagi video di platform YouTube. Meskipun pertumbuhan jumlah pelanggan atau subscriber di kanal YouTube mereka diakui Gede Adhi belum menunjukkan hasil yang memuaskan, pihak studio menolak untuk menghentikan proyek tersebut sepenuhnya.
Manajemen menerapkan prinsip menabung konten edukasi dasar, dengan harapan salah satu video yang diunggah dapat meledak dan menemukan momentum pasarnya di masa depan. Gede Adhi mengakui bahwa proses produksi konten untuk YouTube saat ini posisinya sedang ditahan, karena membutuhkan anggaran modal yang sangat besar dan perputaran uang yang lambat.
“Rencananya untuk jangka panjang, jadi kami coba tetap untuk update dengan membuat konten videonya, dengan harapan di kemudian hari ada salah satu video yang bisa boom,” tutup Gede Adhi.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.










