Rutilahu Lumajang Capai 71 Persen, TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Rumah Kodrah

Rutilahu Lumajang Capai 71 Persen, TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Rumah Kodrah

M-Radar News – Lumajang – Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kabupaten Lumajang terus menunjukkan progres positif. Terbaru, pembangunan rumah milik Kodrah, warga Dusun Krajan RT 007 RW 005, Desa Sememu, Kecamatan Pasirian, telah mencapai 71 persen. Capaian ini tidak lepas dari kolaborasi erat antara TNI dan masyarakat setempat yang bergotong royong menyelesaikan setiap tahapan pembangunan.

Kolaborasi TNI dan Masyarakat Percepat Pembangunan

Babinsa Sememu Koramil 0821-08 Pasirian, Sertu Rokhibul Imam, bersama warga melaksanakan pemasangan pintu rumah penerima bantuan Rutilahu dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada Kamis, 25 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pembangunan yang terus dikebut agar rumah segera dapat ditempati.

“Alhamdulillah sudah 71 persen. Harapannya rumah ini bisa segera selesai agar Ibu Kodrah dan keluarga bisa menempati hunian yang aman dan nyaman,” ujar Rokhibul.

Menurutnya, keterlibatan TNI dalam pendampingan program Rutilahu merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Program Rutilahu bukan sekadar membangun rumah yang kokoh. Ini tentang memberi kesempatan masyarakat untuk hidup lebih baik. Tempat tinggal yang layak berdampak langsung pada kesehatan, kenyamanan, dan semangat keluarga dalam beraktivitas,” tambahnya.

Gotong Royong: Tradisi yang Menjadi Kunci

Pembangunan rumah Kodrah tidak hanya melibatkan TNI dan penerima bantuan, tetapi juga partisipasi aktif warga sekitar. Gotong royong menjadi metode utama dalam mempercepat penyelesaian rumah. Warga bergantian membantu berbagai tahapan, mulai dari pondasi, pemasangan dinding, hingga atap. Semangat kebersamaan ini tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antarwarga.

“Kami sangat terbantu dengan gotong royong ini. Selain cepat, biaya juga lebih hemat karena tenaga kerja dari warga,” ungkap salah satu warga setempat.

Dampak Program Rutilahu bagi Kualitas Hidup

Program Rutilahu memiliki dampak signifikan bagi penerima manfaat. Rumah yang layak huni tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga meningkatkan kesehatan dan produktivitas. Berdasarkan data Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Timur, rumah tidak layak huni sering dikaitkan dengan tingginya angka penyakit pernapasan dan diare akibat ventilasi buruk dan sanitasi tidak memadai. Dengan program ini, diharapkan angka kesakitan dapat ditekan.

Selain itu, rumah layak huni juga berdampak pada psikologis keluarga. Rasa percaya diri dan semangat hidup meningkat ketika memiliki tempat tinggal yang nyaman. Anak-anak dapat belajar dengan lebih baik, dan orang dewasa lebih termotivasi untuk bekerja.

Kronologi Pembangunan Rumah Kodrah

Tahapan Waktu Deskripsi
Persiapan Awal Juni 2026 Survei lokasi, pendataan, dan pengadaan material
Pondasi Minggu pertama Juni Pembuatan pondasi oleh gotong royong warga dan TNI
Dinding dan Atap Minggu kedua Juni Pemasangan dinding bata dan rangka atap
Pintu dan Jendela 25 Juni 2026 Pemasangan pintu dan jendela, progres 71%
Finishing Target Juli 2026 Plesteran, lantai, instalasi listrik dan air

Dukungan Pemerintah Provinsi dan Harapan ke Depan

Program Rutilahu merupakan salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam upaya pengentasan kemiskinan. Melalui kolaborasi dengan TNI dan masyarakat, program ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak keluarga berpenghasilan rendah. Di Lumajang, target pembangunan Rutilahu pada tahun 2026 mencapai 500 unit, dan hingga saat ini sudah terealisasi 71% untuk rumah Kodrah.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Timur menyatakan bahwa program ini akan terus diperluas dengan melibatkan berbagai pihak. “Kami mengapresiasi peran aktif TNI dan masyarakat. Gotong royong adalah kunci keberhasilan. Ke depan, kami akan mengalokasikan anggaran lebih besar agar semakin banyak rumah tidak layak huni yang dapat diperbaiki,” ujarnya dalam keterangan pers.

Implikasi Sosial dan Ekonomi

Program Rutilahu tidak hanya memberikan rumah layak huni, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Material bangunan dibeli dari toko setempat, dan tenaga kerja berasal dari warga sekitar. Hal ini menciptakan multiplier effect yang positif. Selain itu, dengan tempat tinggal yang layak, keluarga penerima dapat lebih fokus pada peningkatan pendapatan, seperti bertani atau berdagang.

Dari sisi sosial, gotong royong memperkuat kohesi masyarakat. Warga yang saling membantu dalam pembangunan rumah tetangga menciptakan ikatan sosial yang kokoh. Hal ini penting untuk menjaga kerukunan dan solidaritas di tengah tantangan modernisasi.

Program Rutilahu juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 1 (tanpa kemiskinan) dan tujuan 11 (kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan). Dengan rumah yang layak, keluarga dapat keluar dari lingkaran kemiskinan secara bertahap.

Keberhasilan program ini di Lumajang diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain. Kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat terbukti efektif dalam menyelesaikan permasalahan perumahan. Dengan semangat gotong royong, setiap rintangan dapat diatasi, dan setiap keluarga berhak mendapatkan tempat tinggal yang layak.

Di tengah panasnya terik matahari Lumajang, senyum Ibu Kodrah merekah saat melihat rumahnya perlahan berdiri kokoh. Bantuan dari pemerintah dan uluran tangan para tetangga serta TNI telah mengubah gubuk reot menjadi hunian yang layak. Rumah ini bukan sekadar dinding dan atap, melainkan simbol harapan baru bagi keluarga Kodrah untuk memulai lembaran kehidupan yang lebih baik.

Tutup