TNI Habema Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya di Tengah Suhu Ekstrem dan Sita Senjata

TNI Habema Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya di Tengah Suhu Ekstrem dan Sita Senjata. Foto: dok/rajawali2.

M-Radar News, Intan Jaya – Komando Operasi Khusus (Koops) TNI Habema berhasil menguasai wilayah kelompok bersenjata Operasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Gamagai, Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Sabtu (15/8/2026) dini hari. Operasi ini berlangsung di medan yang sangat berat dengan suhu ekstrem mencapai 3 derajat Celsius.

Dalam operasi tersebut, prajurit TNI menunjukkan ketangguhan dan profesionalisme tinggi dengan melakukan patroli dan pengamanan wilayah. Mereka berhasil menyita sejumlah barang yang diduga terkait aktivitas kelompok bersenjata, termasuk senjata rakitan dan pistol revolver.

Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf M Wirya Arthadiguna menyatakan, bahwa penguasaan wilayah tersebut merupakan langkah tegas dalam menanggulangi gangguan keamanan di Intan Jaya.

Operasi pengamanan ini berjalan dengan penuh kewaspadaan meskipun menghadapi medan gelap, terjal, dan suhu dingin ekstrem. Saat patroli, personel TNI mendengar suara anjing dan melihat cahaya senter di sekitar sungai.

Pemantauan udara menggunakan drone kemudian mengungkap adanya tiga orang yang bergerak menyusuri sungai menuju wilayah Distrik Ugimba, yang diduga merupakan anggota kelompok bersenjata.

Selain operasi pengamanan terbaru, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) juga mengungkapkan temuan baru terkait peristiwa meninggalnya sejumlah warga di Distrik Kembru, Papua Tengah, pada 13-14 April 2026.

Berdasarkan hasil pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak, Komnas HAM menemukan indikasi dugaan pelanggaran HAM terkait operasi keamanan yang melibatkan Satgas Habema.

Komnas HAM memverifikasi adanya 12 warga meninggal dalam peristiwa tersebut dan menegaskan, pentingnya validitas informasi agar publik tidak terprovokasi oleh data yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Temuan ini disampaikan oleh Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin P Siagian, dalam rapat koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan pada 11 Agustus 2026.

Komnas HAM menilai, ada empat hal krusial yang menunjukkan indikasi pelanggaran HAM dalam operasi tersebut.

Situasi keamanan di Papua Tengah tetap menjadi perhatian serius, mengingat medan yang sangat menantang dan suhu yang ekstrem, serta kompleksitas konflik yang melibatkan kelompok bersenjata.

Upaya TNI Habema untuk menguasai wilayah dan menyita senjata di Intan Jaya merupakan bagian dari strategi memperkuat keamanan sekaligus menjaga kedaulatan wilayah.

Pihak Koops TNI Habema mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dan menyerukan dukungan kepada upaya penegakan keamanan yang dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur hukum.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup