Bertahan 15 Tahun, Dahlan Ubah Barang Rongsok Jadi Cuan Demi Keluarga
M-Radar News, Palembang – Di tengah maraknya penggunaan sepeda motor untuk mengumpulkan barang bekas, Dahlan memilih bertahan dengan gerobak dorong. Pria ini telah menjadi tukang rongsok tradisional selama 15 tahun di Kota Palembang. Pekerjaan itu menjadi mata pencaharian utama untuk menghidupi keluarganya.
Dahlan mengaku pekerjaannya bukan sekadar mencari nafkah. Ia juga merasa turut membantu mengurangi sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.
“Sudah 15 tahun saya kerja seperti ini. Walaupun capek, ini sudah jadi mata pencaharian utama untuk menghidupi keluarga,” ujar Dahlan saat ditemui di kawasan Lampu Merah Boom Baru, Palembang, Minggu, 19 Juli 2026.
Setiap hari, Dahlan memulai aktivitas sejak pukul 06.00 WIB. Rutenya mencapai kawasan Veteran. Waktu pulang tidak menentu karena menyesuaikan hasil yang diperoleh.
“Kalau gerobak belum penuh biasanya saya belum pulang. Kadang kalau sudah malam dan belum sempat pulang, saya menginap dulu di tempat agen karena rumah saya jauh,” katanya.
Barang yang dikumpulkan berupa botol plastik, plastik bekas minuman, kardus, dan besi bekas. Plastik bekas minuman menjadi barang yang paling sering ditemukan.
Setelah terkumpul cukup banyak, seluruh barang dijual ke agen pengepul. Harga plastik bekas minuman mencapai Rp13.000 per kilogram. Besi dihargai sekitar Rp5.000 per setengah kilogram.
Dalam satu gerobak, Dahlan paling banyak membawa sekitar empat kilogram plastik bekas minuman. Pendapatan tertinggi yang pernah ia raih sekitar Rp60.000 dalam sehari.
Tantangan terbesar pekerjaannya adalah harus berjalan kaki sambil mendorong gerobak setiap hari. Selain cuaca tak menentu, ia kerap dicurigai warga saat memasuki kawasan permukiman.
“Harga rongsokan juga sering naik turun. Kadang hasil yang didapat tidak sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan, sementara kebutuhan keluarga tetap harus dipenuhi,” ujarnya.
Meski demikian, Dahlan tetap bertahan. Ia berharap pemerintah memberikan perhatian kepada para pencari nafkah kecil yang ikut menjaga kebersihan lingkungan melalui pengumpulan sampah yang masih bisa didaur ulang.
“Harapan saya pemerintah bisa lebih memperhatikan kami. Semoga ada bantuan untuk pencari nafkah kecil seperti saya, karena pekerjaan ini juga ikut membantu membersihkan lingkungan,” tuturnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












