HUT ke-48, GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi Teguhkan Jiwa Korsa dan Pengabdian kepada Bangsa
M-Radar News, Banyuwangi – Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-Putri TNI dan Polri (GM FKPPI) PC-1325 Kabupaten Banyuwangi, meneguhkan komitmen untuk memperkuat jiwa korsa, wawasan kebangsaan, serta pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48.
Komitmen tersebut disampaikan dalam malam tasyakuran HUT ke-48 GM FKPPI PC-1325 Kabupaten Banyuwangi, yang digelar di Aula Outdoor Join Selangkung Makodim 0825/Banyuwangi, Sabtu (12/9/2026) malam.
Malam tasyakuran mengusung tema nasional “Bhakti Kami Abadi untuk Ibu Pertiwi”. Tema tersebut menjadi penegasan, bahwa perjalanan panjang GM FKPPI harus terus diisi dengan pengabdian dan kontribusi nyata bagi masyarakat serta bangsa Indonesia.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi Ir. H. Mujiono, M.Si., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banyuwangi.
Di antaranya Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., Komandan Detasemen TNI AU Rajegwesi Peltu Salikul Imam, perwakilan Lanal Banyuwangi, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Banyuwangi.
Turut hadir Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Banyuwangi Drs. R. Agus Mulyono, S.Sos., M.Si., mantan Sekda Banyuwangi sekaligus Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Banyuwangi Dr. H. Ahmad Masduki Suud, M.M., Ketua YLBHKI, Sekretaris MUI Banyuwangi, serta para pengurus dan anggota dan tokoh lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi KH. Ir. Achmad Wahyudi, S.H., M.H., mengingatkan, bahwa organisasi tersebut lahir dari rahim Pepabri, TNI, dan Polri. Karena itu, para kader harus mampu meneruskan nilai-nilai perjuangan para pendahulu melalui sikap disiplin, jiwa korsa, semangat kebhinnekaan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, menjadi bagian dari keluarga besar TNI dan Polri tidak cukup hanya dibuktikan dengan penggunaan atribut atau pakaian organisasi. Hal yang lebih penting adalah mewarisi semangat dan jiwa perjuangan orang tua yang telah berkontribusi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Kita tidak cukup bangga dengan baju loreng, kalau kita tidak mewarisi jiwa dari orang tua kita yang telah berjuang serius supaya negara ini merdeka dan sampai hari ini pula kita bisa menikmatinya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan rahmat Allah SWT. Karena itu, kehidupan berbangsa dan bernegara harus senantiasa dilandasi keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia.
“Kemerdekaan ini benar-benar merupakan rahmat dari Allah SWT. Ketika kita menggenggam tangan ini, kita harus menggenggam erat-erat bahwa negara ini adalah negara bertuhan,” kata Achmad Wahyudi.
Menurutnya, kejayaan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas moral masyarakat serta para pemimpinnya.
Karena itu, generasi muda diingatkan agar tidak menjadikan keuntungan atau profit sebagai satu-satunya orientasi. Setiap kader harus memiliki keberpihakan terhadap kepentingan rakyat, bangsa, dan agama.
Dandim Dorong Perluasan Kaderisasi
Sementara itu, Dandim 0825/Banyuwangi Letkol Arm Tryadi Indrawijaya menilai, momentum HUT ke-48 menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi antara keluarga besar TNI, Polri, dan generasi muda.
Kehadiran unsur tiga matra TNI dalam kegiatan tersebut, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, dinilai mencerminkan kuatnya kebersamaan dan sinergi dalam organisasi.
Dandim juga mendorong perluasan kaderisasi dengan mengajak anak, cucu, dan keluarga besar purnawirawan TNI-Polri untuk aktif bergabung dalam GM FKPPI.
Menurutnya, semakin banyak generasi muda yang terlibat, semakin besar pula kekuatan organisasi dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan.
Letkol Arm Tryadi Indrawijaya juga menekankan pentingnya wawasan kebangsaan sebagai landasan dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman.
Dikatakan, wawasan tersebut harus berpedoman pada Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Mari jadikan segala perbedaan yang ada sebagai sumber kekuatan dan perekat persatuan bangsa demi kejayaan Indonesia,” pesan Dandim.
Kapolresta Soroti Kedaulatan Data
Pada kesempatan yang sama, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan dalam sambutannya menyoroti potensi besar daerah sekaligus tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi.
Ia mengajak kader GM FKPPI memahami kembali sejarah Banyuwangi sebagai daerah yang sejak dahulu memiliki potensi komoditas strategis dan bernilai ekonomi tinggi.
Potensi tersebut, menurutnya, harus menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berinovasi sekaligus menjaga kepentingan strategis daerah.
Di tengah perkembangan teknologi dari era industri 4.0 menuju era yang lebih maju, persoalan kedaulatan data dan infrastruktur teknologi juga perlu mendapat perhatian. Data strategis daerah harus dikelola dan dilindungi dengan baik, sehingga tidak mudah dimanfaatkan pihak yang tidak berkepentingan.
Selain persoalan digitalisasi, Kapolresta menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menekan angka kecelakaan lalu lintas, serta memitigasi berbagai persoalan sosial melalui pendekatan sosiologi hukum.
Kapolresta juga mendorong kader GM FKPPI menjadi role model sekaligus motor penggerak bagi pemuda Banyuwangi dalam menjaga nilai-nilai luhur bangsa dan memperkuat kecintaan terhadap Tanah Air.
Pemkab Buka Ruang Kolaborasi
Sementara Wabup Banyuwangi, H. Mujiono yang hadir mewakili Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota GM FKPPI atas konsistensi dalam menjaga soliditas organisasi.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf, karena Bupati Banyuwangi tidak dapat hadir secara langsung lantaran sedang menjalankan agenda kenegaraan di Jakarta bersama Menteri Keuangan (Menkeu).
Wabup Mujiono mengucapkan selamat atas HUT ke-48 GM FKPPI dan berharap organisasi tersebut semakin solid, militan, luas dalam pengabdian, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Apresiasi juga diberikan kepada para sesepuh, purnawirawan TNI-Polri, pembina, serta kader yang telah menjaga keberlangsungan organisasi. Ia menilai disiplin, loyalitas, karakter, dan jiwa korsa merupakan nilai penting yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.
Dalam konteks nasionalisme modern, kader GM FKPPI juga dituntut mampu menghadapi berbagai tantangan sosial, seperti penyalahgunaan narkoba, persoalan HIV, penyebaran hoaks, kerusakan lingkungan, serta potensi konflik akibat perbedaan di masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan filosofi “Banyuwangi Jenggirat Tangi”, yang mengandung pesan agar masyarakat terus bergerak, bekerja keras, dan bergotong royong membangun daerah.
Patriotisme pada era sekarang, kata Mujiono, tidak hanya diwujudkan melalui perjuangan fisik menghadapi ancaman negara. Patriotisme juga dapat ditunjukkan dengan menjaga lingkungan, melawan narkoba dan hoaks, serta merawat persaudaraan di tengah keberagaman.
“Cinta Tanah Air tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata bersama yang memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” pesan Wabup.
Pemkab Banyuwangi, lanjutnya, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan GM FKPPI. Pembangunan daerah tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Momentum HUT ke-48 tersebut diharapkan menjadi titik penguatan komitmen GM FKPPI Banyuwangi untuk terus menjaga persatuan, merawat nilai-nilai kebangsaan, serta mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah dan pengabdian kepada Ibu Pertiwi.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












